Dunia sementara, akhirat selamanya. Semoga Allah mudahkan kita semua utk taat dan istiqomah dijalan-Nya. Kelak kita berkumpul di Jannah-Nya, aamiin ya Rabb..

Posts tagged “konsultan jafra

Detoks ala JAFRA


Duh..kenapa ya pake jafra jadi jerawatan gini, bruntusan juga, malah jadi kusam dan menghitam. Kok jadi jelek gini siy? Huaaaaa…. Gak cocok kali yaa? Pernah dengar keluhan seperti itu dari orang-orang yang baru pakai skin care Jafra? Kalau saya siy udah ngga heran, soalnya udah ngalamin sendiri hehe..

Gejala-gejala seperti itu sering disebut rebound effect,  orang awam sering menyebutnya detoks. Biasanya gejala ‘rebound effect’ yang akan timbul adalah kulit kusam dan  keluar jerawat. Itu artinya krim racikan yang kita pakai menyebabkan ketergantungan. Biasanya dialami sama mereka yang pernah ada riwayat pakai krim racikan / krim dokter. Krim racikan itu biasanya mengandung bahan kimia yang relatif tinggi dosisnya, bahkan ada yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan hydroquinon. Bahkan ada beberapa kasus user skin care bermerk ada juga yang mengalami detoks.

Saran saya sebelum memakai produk Jafra sebaiknya hentikan pemakaian krim yang lama secara bertahap agar rebound effect-nya tidak terlalu berat. Misal mulai kurangi pemakaian krim malam secara perlahan yang tadinya pakai setiap malam secara bertahap kurangi menjadi 3 hari sekali, 5 hari sekali, seminggu sekali sampai benar2 lepas dari krim-krim tsb. Dan beri waktu kulit untuk beristirahat sekitar 2 minggu, lebih bagus lagi kalau bisa stop 2 bulan. Selama masa peralihan itu hanya pake sabun muka jafra saja dan secara bertahap ditingkatkan pemakaiannya ke krim pagi, lalu krim malam dan terakhir toner. Jadi tidak langsung dipakai secara bersamaan, biarkan kulit kita mengalami penyesuaian dan bila terjadi detoks tidak terlalu berat.

Sebagian orang tidak takut dengan proses detoks ini dan mereka sudah siap mental diawal. Dari cerita teman, ada user yang “bandel’ walaupun sedang detoks dia tetap pakai rangkaian dynamics set secara langsung (tidak bertahap). Yang terjadi user tsb mengalami detoks parah selama bbrp bulan, tapiiii pas ketemu kulitnya udah balik sehat lagi loooohh… Alhamdulillah.

Yang sering terjadi adalah para user ketika beralih dari krim racikannya ke jafra, mereka tidak memberikan jeda waktu yang cukup. Jadi ketika menggunakan jafra terjadi detoks, yang disalahkan adalah produk jafranya. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah detoks tsb disebabkan pemakaian krim2 yang lama, racun2nya banyak yg mengendap dikulit. Ada kasus nih.. seorang ibu dengan riwayat memakai krim racikan selama 10 tahun, sekarang beralih ke Jafra, sesuai dugaan beliau mengalami detoks, sudah 4 bulan berjerawat dan kusam. Si ibu sering mengeluh dengan kondisi kulitnya dan selalu bertanya sampai kapan terus begini dan apakah bisa dipercepat proses detoksnya? hhmmm… saya cuma bisa bilang SABAR. Anggap aja proses detoks ini untuk membuang “dosa-dosa” selama 10 tahun pakai krim racikan. Detoks ini kan proses alami tubuh jadi saya sendiri tidak bisa memperkirakan sampai kapan bisa berhenti detoks. Ada cerita juga dari teman di grup yang mengalami detoks jerawatan selama 5 bulan. Alhamdulillah sekarang udah gak jerawatan lagi dan kulitnya udah bagus.

Bagi mereka yang tidak pernah memakai krim racikan, biasanya tidak mengalami reaksi detoks, aman-aman saja.  Saya melihat sendiri teman yang sehari-harinya memang tidak memakai krim racikan / krim dokter atau kosmetik abal-abal, ketika beralih memakai jafra kulitnya baik-baik saja dan progressnya lumayan cepat. Sebulan pemakain sudah mulai terlihat cerah alami.

(more…)

Advertisements

JAFRA (part 1)


Siapa siy yang ngga kepengen punya kulit wajah yang kinclong, bersih, cerah, mulus bebas jerawat. Pasti semua mau doong.. perempuan emang udah fitrahnya senang merawat diri dan menjaga penampilan, makanya banyak yang bela-belain perawatan rutin ke dokter atau klinik kecantikan demi punya kulit kinclong walaupun harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal termasuk saya hehe…

FYI, jenis kulit saya berminyak dan sangat sensitif, pakai produk kosmetik yang dijual dipasaran ngga ada yang cocok, karena itu selama lebih dari 5 tahun saya ketergantungan krim dokter. Dulu-dulunya juga pernah pakai krim racikan yang dijual di salon. Tapi ya gitu yang namanya krim racikan, kalo berhenti pake, kulit muka langsung kusam. Krim dokter juga sama.

Sekitar 1,5 tahun lalu saya punya masalah dengan jerawat yang membandel, ngga cuma satu dua biji tapi satu muka penuh jerawat sampai keleher-leher, ampuuunn maakkk… Saya coba perawatan di klinik langganan udah ngga ngefek, lebih dari 6 bulan treatment ini itu, pake krim ini itu, sempet gonta-ganti dokter juga tapi nggak ada hasilnya yang ada malah tambah parah. Akhirnya saya pindah ke klinik lain di daerah Tebet, sempet nyoba disitu lebih dari 6 bulan.  Daftar periksa sama dokter yang punya kliniknya bisa sampe 3 bulan. Saya ngga sabar kalo harus nunggu 3 bulan, jadi saya pilih dokter lain toh obatnya sama juga.

Berhubung saya lumayan sibuk (gaya sok sibuk haha :D) saya jadi kurang disiplin datang ke klinik. Pas jadwal kontrol atau facial saya ngga bisa datang. Lama-lama cape juga karena jauh dari rumah, belum lagi efek sampingnya. Kalau abis facial, selama beberapa hari satu muka merah-merah, kulit juga berasa jadi tipis. Saya juga ngga telaten pakai krimnya, suka males soalnya agak lengket2 gitu. intinya siy males hehe..

…………

Tadi kan udah cerita petualangan saya pakai krim racikan, naahhh sekarang saya mau ceritain si Jafra.

Aaahhh syukaaaa wangiiii.. aku jatuh cinta pada “ciuman” pertama.. dari wanginya aja udah bikin lope-lope pokoknyaa.. Begitulah kesan pertama saya waktu pertama kali pakai Jafra. FYI, kalo yang kemasan yang baru ini ngga wangi seperti yang lama. Oiya mungkin ada yang belum tau apa itu Jafra. Jafra itu produk perawatan kulit dan kosmetik yang pabriknya ada di Meksiko. Jafra udah 59 tahun dan masuk ke Indonesia baru tahun 2013. Keterangan lebih lanjut silakan googling aj yaaa 🙂

Awalnya saya tau Jafra dari orang-orang yang promosi via BBM (broadcast, lihat profil pict orang) lama-lama saya penasaran juga. Akhirnya saya daftar member bulan April 2015 dan langsung coba pake produknya. Kebetulan krim dokter saya habis, waktu itu saya juga beleum sempet datang ke kliniknya untuk kontrol dan beli obat.

(more…)