Dunia sementara, akhirat selamanya. Semoga Allah mudahkan kita semua utk taat dan istiqomah dijalan-Nya. Kelak kita berkumpul di Jannah-Nya, aamiin ya Rabb..

Uncategorized

Vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks


Resume Kajian Muslimah Musholla Al Ikhlas
Ahad, 10 September 2017
Tema : Pencegahan Kanker Serviks
Pembicara : dr. Andry Mulyana

💙 Kanker serviks disebabkan virus HPV yg bisa menyerang wanita dan laki2.

💙 Virus HPV tsb tidak hanya ditularkan melalui hub seks. Tetapi bisa juga ditularkan melalui fasilitas umum seperti toilet umum.

💙 Kanker serviks pada stadium awal tidak ada gejala apapun. Tidak ada rasa sakit, tidak gatal, biasa saja tidak ada rasa apa2. Gejala akan terasa pada saat sudah masuk stadium 3 – 4 (sakit saat hub seks, berdarah, dsb).

💙 Kanker serviks butuh waktu sekitar 13-18 tahun sejak awal muncul. 5 tahun pertama perkembangannya tidak ada gejala apa2. Orang yg kena kanker serviks berarti dia sudah terinfeksi sejak 13 – 18 tahun yg lalu.

💙 Sangat disarankan utk setiap wanita yg sudah menikah / berhub seks aktif utk melakukan pap smear setahun sekali. Bagi yg sudah menopause setiap 6 bln sekali.

💙 Jika diketahui sejak awal sebelum masuk stadium 1, masih bisa diobati dan kembali sehat seperti semula. Untuk masuk ke stadium 1 butuh waktu sktr 5 tahun, krn itu pemeriksaan papsmear secara rutin tiap tahun sangat penting dilakukan sbg screaning awal.

💙 Selain papsmear cara pencegahan lainnya yaitu dgn Vaksin HPV (merk gardasil utk 4 macam virus yg menyebabkan kutil kelamin dan kanker serviks).

💙 Vaksin HPV sangat baik utk pencegahan kanker serviks. Usia ideal utk vaksin adalah 10-55 thn. Sangat efektif bagi yg belum menstruasi dan belum hub seks (umur 10-11 thn), efektivitasnya sampai 98%. Utk yg sdh mens vaksin ini efektif sampai 95%. Kalau sudah menopause tidak perlu vaksin lagi.

💙 Vaksin HPV dilakukan 3 kali, bagi yg belum haid cukup 2x. Suntikan 3 x : bulan 0, bulan 2, bulan 5. Misal suntikan pertama januari, suntikan kedua Maret, suntikan ketiga Juli.

💙 Vaksin HPV masih bisa dilakukan saat stadium 1. Vase normal menjadi stadium 1 butuh waktu 5 tahun. Jadi msh bisa vaksin.

🌷TIPS mencegah penularan virus HPV selain vaksin :

1. Cuci tangan sebelum cebok/bilas. Terutama di toilet umum. Virus bisa saja tersebar melalui pegangan pintu toilet krn ada orang yg sdh terinfeksi virus HPV yg sblmnya memakai toilet.

2. Gunakan air yg mengalir utk cebok. Jangan pakai air menggenang (dalam ember/bak) khususnya di toilet umum. Karena bisa saja air tsb sdh tercmar virus / bakteri.

3. Setelah cebok lap dengan tisu sampai kering. Disarankan memakai tisu gulung karena kandungan kimianya sedikit bahkan no chemical.

4. Lakukan papsmear secara rutin tiap tahun bagi yg sudah melakukan hub seks secara aktif.

🍀 Tips lain utk kebersihan organ reproduksi wanita :

1. Saat haid ganti pembalut minimal 3x sehari, walaupun keluar darah cuma sedikit.

2. Pantyliner boleh dipakai asalkan tidak lembab dan harus sering diganti, jangan dipakai seharian ngga ganti2. Karena kalau lembab bisa menimbulkan bakteri.

3. Air sirih atau sabun antiseptik vagina tidak boleh keseringan dipakai karena bisa mematikan bakteri baik. Idealnya 3 bulan sekali sj.

4. Konsultasi berkala ke dokter saat sehat. Jangan ke dokter pas sakit krn biaya yg dikeluarkan akan lebih besar. Contoh kasus : ada anak gadis yg menderita kutil kelamin tp tidak ada gejala sama sekali, dan anak tsb anak baik2, tidak pernah hub seks dsb tp terkena kutil kelamin shg hrs ada tindakan operasi pengangkatan kutil. Gambar2nya serem, wal ‘iyadzubillah…

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan oleh Allah dan dilindungi dari segala macam penyakit, aamiin ya Rabbal ‘alamin…

*by @adisyanah

Advertisements

Detoks ala JAFRA


Duh..kenapa ya pake jafra jadi jerawatan gini, bruntusan juga, malah jadi kusam dan menghitam. Kok jadi jelek gini siy? Huaaaaa…. Gak cocok kali yaa? Pernah dengar keluhan seperti itu dari orang-orang yang baru pakai skin care Jafra? Kalau saya siy udah ngga heran, soalnya udah ngalamin sendiri hehe..

Gejala-gejala seperti itu sering disebut rebound effect,  orang awam sering menyebutnya detoks. Biasanya gejala ‘rebound effect’ yang akan timbul adalah kulit kusam dan  keluar jerawat. Itu artinya krim racikan yang kita pakai menyebabkan ketergantungan. Biasanya dialami sama mereka yang pernah ada riwayat pakai krim racikan / krim dokter. Krim racikan itu biasanya mengandung bahan kimia yang relatif tinggi dosisnya, bahkan ada yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan hydroquinon. Bahkan ada beberapa kasus user skin care bermerk ada juga yang mengalami detoks.

Saran saya sebelum memakai produk Jafra sebaiknya hentikan pemakaian krim yang lama secara bertahap agar rebound effect-nya tidak terlalu berat. Misal mulai kurangi pemakaian krim malam secara perlahan yang tadinya pakai setiap malam secara bertahap kurangi menjadi 3 hari sekali, 5 hari sekali, seminggu sekali sampai benar2 lepas dari krim-krim tsb. Dan beri waktu kulit untuk beristirahat sekitar 2 minggu, lebih bagus lagi kalau bisa stop 2 bulan. Selama masa peralihan itu hanya pake sabun muka jafra saja dan secara bertahap ditingkatkan pemakaiannya ke krim pagi, lalu krim malam dan terakhir toner. Jadi tidak langsung dipakai secara bersamaan, biarkan kulit kita mengalami penyesuaian dan bila terjadi detoks tidak terlalu berat.

Sebagian orang tidak takut dengan proses detoks ini dan mereka sudah siap mental diawal. Dari cerita teman, ada user yang “bandel’ walaupun sedang detoks dia tetap pakai rangkaian dynamics set secara langsung (tidak bertahap). Yang terjadi user tsb mengalami detoks parah selama bbrp bulan, tapiiii pas ketemu kulitnya udah balik sehat lagi loooohh… Alhamdulillah.

Yang sering terjadi adalah para user ketika beralih dari krim racikannya ke jafra, mereka tidak memberikan jeda waktu yang cukup. Jadi ketika menggunakan jafra terjadi detoks, yang disalahkan adalah produk jafranya. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah detoks tsb disebabkan pemakaian krim2 yang lama, racun2nya banyak yg mengendap dikulit. Ada kasus nih.. seorang ibu dengan riwayat memakai krim racikan selama 10 tahun, sekarang beralih ke Jafra, sesuai dugaan beliau mengalami detoks, sudah 4 bulan berjerawat dan kusam. Si ibu sering mengeluh dengan kondisi kulitnya dan selalu bertanya sampai kapan terus begini dan apakah bisa dipercepat proses detoksnya? hhmmm… saya cuma bisa bilang SABAR. Anggap aja proses detoks ini untuk membuang “dosa-dosa” selama 10 tahun pakai krim racikan. Detoks ini kan proses alami tubuh jadi saya sendiri tidak bisa memperkirakan sampai kapan bisa berhenti detoks. Ada cerita juga dari teman di grup yang mengalami detoks jerawatan selama 5 bulan. Alhamdulillah sekarang udah gak jerawatan lagi dan kulitnya udah bagus.

Bagi mereka yang tidak pernah memakai krim racikan, biasanya tidak mengalami reaksi detoks, aman-aman saja.  Saya melihat sendiri teman yang sehari-harinya memang tidak memakai krim racikan / krim dokter atau kosmetik abal-abal, ketika beralih memakai jafra kulitnya baik-baik saja dan progressnya lumayan cepat. Sebulan pemakain sudah mulai terlihat cerah alami.

(more…)


JAFRA (part 2)


Nyambung tulisan yang kemarin yaaa.. saya mau sharing sedikit tentang Jafra berdasarkan pengalaman pribadi.

Oiya lupa bilang kalau Jafra itu ngga cuma skin care aja tapi ada perawatan tubuh, kosmetik dan parfum. Berhubung saya bukan tipe orang yang suka dandan, saya belum coba kosmetiknya Jafra. Cerita dari temen-temen yang udah nyoba, katanya foundation dan lipstiknya ringan di kulit. Kalau produk perawatan tubuhnya, saya udah coba body lotion (Royal Olive) wanginya enak banget. Produk home spa-nya juga juara, wanginya syukaaa.. Ginger sea salt body rub bagus banget buat scrub badan, sambil mandi digosok2 udahannya kulit berasa haluussss mulusss haha… Hair masknya bermanfaat untuk mengurangi rambut rontok dan bikin rambut halus, wanginya juga awet. Cocok untuk perawatan rambut bagi yang berhijab. Pepermint foot balm bagus banget untuk menghilangkan kulit pecah-pecah, juga enak dipakai di kaki kalo lagi pegel2, wanginya peppermint segar bikin relaks.

DETOKS
Kenapa ya setelah pemakaian skin care Jafra jadi muncul jerawat dan perubahan kulit? Jerawat dan perubahan kulit itu disebabkan oleh skin care yang dipakai sebelumnya, yang mungkin tanpa kita sadari mengandung bahan kimia berbahaya. Jafra bahan dasarnya herbal sehingga bisa mendetoks. Proses DETOKS kemungkinan besar akan dialami oleh mereka yang sebelumnya pernah memakai krim racikan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Setiap orang mengalami proses detoks yang berbeda bisa jerawatan, bruntusan, menghitam, pori-pori membesar, dll. Lamanya juga berbeda ada yang hitungan minggu ada yang berbulan-bulan, tingkat keparahannya juga berbeda-beda tiap orang, tergantung riwayat pemakaian skin care sebelumnya. Mereka yang sebelumnya pernah memakai krim racikan, kemungkinan besar akan mengalami detoks. Semakin banyak racun yang mengendap dalam kulit kita maka semakin lama proses detoksnya. Kalau sebelumnya ngga pernah pakai krim macam-macam, kamu ngga perlu khawatir, insyaAllah aman.

Selama proses detoks berlangsung sebaiknya jangan terburu-buru beralih ke skin care / kosmetik sebelumnya. Kosmetik sebelumnya membuat kulit menjadi sensitif. Rawat kulit wajah hanya dengan sabun wajah (cleanser) sesuai jenis kulit. Pakai cleanser saja sekitar satu minggu, selanjutnya minggu kedua bisa ditambah krim pagi. Jadi pakainya bertahap yaaa… Kalau keluar jerawat jangan pakai macam-macam termasuk krim malam hentikan sementara sampai keadaan kulit membaik. Sebaiknya selama masa detoks jangan pakai macam-macam dulu, tunggu sampai proses detoks selesai baru boleh coba produk lainnya. Ini berdasarkan pengalaman saya pribadi looh.. Alhamdulillah it works. kalau ada pendapat lain, silakaannn 🙂

Jangan takut yaa dengan proses detoks ini, justru dengan detoks ini sangat bermanfaat untuk mengeluarkan racun dari bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan hydroquinone. Kalau tidak dikeluarkan racun tersebut akan mengendap dalam tubuh kita dan baru bisa hilang setelah 27 tahun. Kosmetik racikan membuat kulit mulus dan putih karena mengandung merkuri dan hydroquinone. Kandungan zat-zat tersebut dapat merusak melanocyt yang dapat menghambat kerja enzim tyrosine yang bertugas memproduksi melanin. Mercury jugasering dipakai dalam bahan kosmetik krim wajahuntuk mempercepat proses pemutihan dan menghilangkan flek hitam diwajah. Salah satu resiko dari pemakaian merkuri dapat menyebabkan kanker kulit.

(more…)


JAFRA (part 1)


Siapa siy yang ngga kepengen punya kulit wajah yang kinclong, bersih, cerah, mulus bebas jerawat. Pasti semua mau doong.. perempuan emang udah fitrahnya senang merawat diri dan menjaga penampilan, makanya banyak yang bela-belain perawatan rutin ke dokter atau klinik kecantikan demi punya kulit kinclong walaupun harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal termasuk saya hehe…

FYI, jenis kulit saya berminyak dan sangat sensitif, pakai produk kosmetik yang dijual dipasaran ngga ada yang cocok, karena itu selama lebih dari 5 tahun saya ketergantungan krim dokter. Dulu-dulunya juga pernah pakai krim racikan yang dijual di salon. Tapi ya gitu yang namanya krim racikan, kalo berhenti pake, kulit muka langsung kusam. Krim dokter juga sama.

Sekitar 1,5 tahun lalu saya punya masalah dengan jerawat yang membandel, ngga cuma satu dua biji tapi satu muka penuh jerawat sampai keleher-leher, ampuuunn maakkk… Saya coba perawatan di klinik langganan udah ngga ngefek, lebih dari 6 bulan treatment ini itu, pake krim ini itu, sempet gonta-ganti dokter juga tapi nggak ada hasilnya yang ada malah tambah parah. Akhirnya saya pindah ke klinik lain di daerah Tebet, sempet nyoba disitu lebih dari 6 bulan.  Daftar periksa sama dokter yang punya kliniknya bisa sampe 3 bulan. Saya ngga sabar kalo harus nunggu 3 bulan, jadi saya pilih dokter lain toh obatnya sama juga.

Berhubung saya lumayan sibuk (gaya sok sibuk haha :D) saya jadi kurang disiplin datang ke klinik. Pas jadwal kontrol atau facial saya ngga bisa datang. Lama-lama cape juga karena jauh dari rumah, belum lagi efek sampingnya. Kalau abis facial, selama beberapa hari satu muka merah-merah, kulit juga berasa jadi tipis. Saya juga ngga telaten pakai krimnya, suka males soalnya agak lengket2 gitu. intinya siy males hehe..

…………

Tadi kan udah cerita petualangan saya pakai krim racikan, naahhh sekarang saya mau ceritain si Jafra.

Aaahhh syukaaaa wangiiii.. aku jatuh cinta pada “ciuman” pertama.. dari wanginya aja udah bikin lope-lope pokoknyaa.. Begitulah kesan pertama saya waktu pertama kali pakai Jafra. FYI, kalo yang kemasan yang baru ini ngga wangi seperti yang lama. Oiya mungkin ada yang belum tau apa itu Jafra. Jafra itu produk perawatan kulit dan kosmetik yang pabriknya ada di Meksiko. Jafra udah 59 tahun dan masuk ke Indonesia baru tahun 2013. Keterangan lebih lanjut silakan googling aj yaaa 🙂

Awalnya saya tau Jafra dari orang-orang yang promosi via BBM (broadcast, lihat profil pict orang) lama-lama saya penasaran juga. Akhirnya saya daftar member bulan April 2015 dan langsung coba pake produknya. Kebetulan krim dokter saya habis, waktu itu saya juga beleum sempet datang ke kliniknya untuk kontrol dan beli obat.

(more…)


Sehat dengan Akupuntur


Namanya Pak Kim, laki-laki chinese berperawakan kurus dan tinggi,  berusia sekitar 50 tahun ini berprofesi sebagai terapis akupuntur. Beliau punya pengalaman puluhan tahun dalam bidang pengobatan akupuntur.  Setiap hari Pak Kim bersama istrinya buka praktek di rumahnya di jalan Kawi-kawi atas no. 1 mulai jam 8 pagi sampai jam 12 siang, kecuali hari Rabu dan Minggu tutup. Lokasi rumahnya tidak jauh dari stasiun Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.

Rumah Pak Kim tidak pernah sepi dari para pasien yang datang dari Jakarta dan sekitarnya bahkan luar kota. Saya mengenal Pak Kim dari tetangga yang rutin membawa ibunya terapi. Atas rekomendasi tetangga, saya membawa bapak saya untuk terapi akupuntur. FYI, bapak saya pernah kena stroke, tadinya bapak masih bisa jalan dan naik turun tangga sendiri, walaupun jalannya tidak seperti orang normal. Beberapa bulan terakhir ini kondisinya menurun, bapak sering jatuh karena kakinya tidak kuat lagi menopang tubuhnya. Kaki bapak semakin mengecil, otot-ototnya melemah karena selama ini tidak aktif bergerak. Seharian penuh aktifitas bapak dihabiskan diatas tempat tidur, itu sebabnya lama-kelamaan ototnya memendek dan mengecil. Saya membawa bapak ke rumah Pak Kim dengan harapan bapak bisa jalan lagi.

Beberapa kali terapi akupuntur itu, bapak mulai ada kemajuan. Pertama kali datang, Pak Kim bilang saraf kaki bapak saya kondisinya masih bagus hanya saja perlu dilatih rutin sehari beberapa kali belajar jalan. Saat mengobati, Pak Kim selalu menyemangati dan memotivasi para pasiennya. Pak Kim dan istrinya juga sabar menghadapi para pasien.

(more…)


Air Kangen.. Air Sehat.. Air “Ajaib” !!


Pertama kali dengar nama Kangen Water pada waktu saya ikut training WBT bulan Februari 2013. Saya pikir ini hanya air oksigen biasa seperti mer-merk lainnya. Saya juga sempat berpikir kenapa namanya “Kangen”, apa maksudnya supaya orang-orang yang beli merasa kangen dan akan beli lagi dan lagi. Setelah dijelaskan sama teman saya,ternyata ‘kangen’ itu bahasa Jepang dibaca ‘kang-gen’ yang artinya ‘back to original’. Waktu itu saya tidak terlalu tertarik karena itu tadi saya pikir air biasa. Berbulan-bulan kemudian sekitar bulan November, saya ketemu lagi sama si Kangen Water ( KW ).

Suatu malam suami saya pulang kerja bawa KW dua galon kecil, beli dari temannya katanya bagus untuk kesehatan. Nah kebetulan waktu itu bapak saya baru saja keluar dari RS, sebenarnya siy belum boleh pulang karena kondisinya masih sakit tapi karena Bapak merasa bosan dan tidak nyaman, dia minta pulang. Bapak sakit stroke (untuk yg ketiga kalinya). Bapak cuma bisa terbaring lemah, kakinya terasa sangat sakit dan seperti tidak bertenaga. Walaupun sudah di rumah, bapak belum bisa beraktivitas apapun. Bahkan masih pipis lewat kateter.

Beberapa hari pulang dari RS, bapak kencing darah. Kantong urinnya berwarna merah darah persis seperti kantong donor darah. Bapak juga mengeluh kalo pipis sakit. Sedih lihat kondisi bapak seperti itu. Saking ngerinya lihat urin bapak yg bercampur darah, saya sampai ngga tega mau foto kantong urinnya. Saya cuma bilang ke bapak, mungkin itu pengaruh pakai kateter. Kami berusaha menutupi kekhawatiran bapak, padahal kami juga takut melihatnya. Kami berpikir, kalo bapak dibawa lagi ke RS pasti harus opname.

(more…)


Kabar Gembira dari Pak Kepala


Kamis, 9 Januari 2014 menjadi awal tahun yang sangat manis. Di acara silaturahim antara para pegawai dengan jajaran pejabat dan Pak Kepala di kantor kami menjadi momentum yang sangat membahagiakan bagi kami para ibu muda, khususnya bagi saya pribadi. Saking bahagianya waktu Pak Kepala pidato, rasanya saya ingin berdiri sambil mengucapkan Takbir, Allahu Akbar! Akhirnya kegalauan kami selama ini terjawab sudah. Dengan jelas dan tegas pak Kepala menyampaikan bahwa tidak perlu minta maaf kalau harus bawa anak ke kantor dan kedepannya akan segera dibangun Day Care di kantor kami. Pak Kepala juga nanti membuka kesempatan untuk berdialog dengan para pegawainya untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang Day Care ini, subhanallah…

Menjadi working mom memang tidak mudah, apalagi jaman sekarang sulit mencari asisten rumah tangga / pengasuh anak, sementara kami harus tetap bekerja. Dengan adanya kebijakan baru tersebut sungguh sangat membantu kami para ibu, disaat tidak ada pengasuh anak dirumah, kami bisa membawa anak-anak ke day care kantor tanpa perlu khawatir pekerjaan terganggu dan si anak tetap nyaman bermain dan beraktivitas.

(more…)


Tontonan Seru


Biasanya saya paling malas nonton tv paling-paling sekilas nonton berita di Metro TV pas sambil makan malam atau subuh jam 5 pagi nonton ceramahnya Ust.Yusuf Mansur di Antv. Walaupun dirumah langganan Tv kabel saya tetep aja males nonton, tapi dua bulan terakhir ini saya mulai “keranjingan” nonton TV gara-gara iseng-iseng pencet-pencet remote eh nemu stasiun TV yg acaranya oke banget.

Discovery Home and Health nama stasiun TVnya. Tv ini beda banget sama stasiun tv lainnya karena program acaranya nggak jauh-jauh dari urusan kesehatan dan keluarga. Yang paling menarik adalah mostly acaranya realita, bukan drama / sinetron yang norak. Kalaupun ada yang drama itu berdasarkan kisah nyata yang diceritakan kembali.

Ada beberapa program acaranya yg jadi favorite saya seperti Deliver Me, A Baby story, I didn’t know I was pregnant. Ketiganya menayangkan secara “live” proses seorang ibu melahirkan anaknya, kecuali yg saya sebutkan terakhir I didn’t know I was pregnant itu diceritakan kembali / reka ulang berdasarkan kisah nyata si tokoh.


Deliver Me mengisahkan 3 orang dokter kandungan yang semuanya wanita dan praktek di klinik yg sama. Acara ini meliput pasien2 dari si dokter mulai dari kehidupan sehari-hari dirumah, kontrol kandungan, sampai detik-detik persalinan dan pasca kelahiran. A baby story juga mirip-mirip ceritany tentang persalinan seorang ibu yang direkam secara live. Kita bisa melihat apa yg terjadi sebenarnya dalam ruang persalinan.
(more…)


MAMA GALAU


Judulnya gak ngenakin banget yaa.. begitulah pemirsa, bukan remaja aja yang galau, ibu-ibu kayak saya juga bisa galau hehe.. Apa sih yang bikin galau? Ya biasalah antara anak dan pekerjaan.  Ngga tega ninggalin anak kerja, merasa bersalah banget ngga bisa merawat dan mendidik anak sendiri, apalagi kalau lihat anak nangis ngga mau pisah sama mamanya, hiks 😦 . Namun disatu sisi, saya juga ngga bisa langsung berhenti bekerja. Pengennya sih bisa cuti dua tahun, bahkan ekstrimnya saya mau resign aja. Tapi ngga bisa gitu juga, ada kondisi-kondisi yang membuat saya sulit untuk resign (maaf ngga bisa diceritain disini).

Sebenarnya bukan hanya alasan anak yang bikin saya pengen cuti 2 tahun atau resign sekalian. Sudah lama saya merasa jenuh bekerja kantoran karena pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion saya. Apalagi rutinitas berangkat pagi dan menghadapi kemacetan Jakarta yang bikin stress. Bukan hanya itu, saya juga terobsesi punya bisnis sendiri, punya kantor sendiri. Saya mulai berpikir untuk “naik level” dari karyawan menjadi entrepreneur. Maaf ya paragraph ini isinya ngeluh melulu 😦 .

Mungkin ada beberapa orang yang bilang saya ngga tau diri atau tidak bersyukur karena saya bekerja sebagai PNS di salah satu instansi pemerintah pusat dan menduduki jabatan struktural eselon 4 diusia saya yang terbilang masih muda ( geer niye masih muda hehe 😀 ). Bukan masalah bersyukur atau tidak bersyukur, tapi ini adalah tentang “pilihan hati” atau “lentera jiwa”.

Prioritas utama saya adalah anak-anak dan keluarga, karir dan pekerjaan nomer sekian. Mungkin bagi sebagian orang, mengejar karir adalah impiannya, tapi tidak dengan saya. Di akhirat nanti yang akan ditanya adalah bagaimana saya mendidik anak-anak bukan bagaimana saya mengejar karir. Mungkin nanti setelah anak-anak besar, saya bisa “berkarir” dan mewujudkan mimpi-mimpi saya, tetapi bagi seorang ibu dan isteri, tetap saja karir terbaiknya ada di dalam rumahnya.

(more…)


Are You Happy With Your Job?


  

Siapa yang menjawab YA? Saya ucapkan selamat. Berarti anda sudah menemukan pekerjaan idaman atau bekerja sesuai passion anda. Jika jawabannya belum, anda tidak perlu khawatir karena anda tidak sendiri, banyak sekali pegawai/karyawan di luar sana yang merasa belum cocok dengan pekerjaannya atau belum menemukan bidang pekerjaan yang sesuai dengan passionnya, termasuk saya sendiri hehe curcol :).

Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi mood kita bekerja. It’s not only about passion. Mungkin bisa jadi system penggajian yang tidak adil, konflik dengan atasan atau rekan kerja, lingkungan kantor yang kurang kondusif atau kurang nyaman, dsb. But in this case, I want to focus on “passion”, because it can be the “biggest problem” that we are facing but we don’t realize or we don’t know how to solve it.

Buat saya yang statusnya pegawai, masalah suka atau tidak suka, happy or not happy with your job is a very important issue. Kenapa penting? Karena sebagian besar waktu dihabiskan di kantor, sekitar 8 jam bahkan bisa lebih, 5 hari seminggu, 20 hari dalam sebulan. Kalau setiap hari waktu yang kita habiskan di kantor dilalui dengan hati senang, pasti akan berdampak pada out put dan kinerja yang maksimal. Bahkan lebih dari itu, perasaan senang pada saat bekerja juga akan mempengaruhi mood dan kehidupan pribadi.  Namun sebaliknya, jika kita sudah tidak happy dengan pekerjaan, cepat atau lambat pasti akan berdampak pada kualitas pekerjaan. Bekerja tidak sesuai passion itu sangat “menyiksa”, karena melakukan hal-hal yang memang bukan minat kita.

Kalau sudah seperti ini rasanya terjebak tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau mau ekstrim bisa saja resign dan memulai karir baru yang sesuai dengan passion kita. Banyak loh orang-orang yang pada akhirnya beralih profesi, berganti pekerjaan yang jauh berbeda dengan latar belakang pendidikannya. Ada yang sekolah hukum tapi profesinya chef, ada yang sekolah ekonomi tapi menggeluti dunia tari, dsb. Sebagai contoh, silahkan lihat video klipnya Nugie yang berjudul “Lentera Jiwa”. Di video klip tersebut menceritakan orang-orang yang berani mengambil keputusan meninggalkan pekerjaan yang lama atau beralih pada profesi yang baru demi mengikuti “lentera jiwa”nya, walaupun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Salut deh,  10 jempol buat mereka yang berani ‘mengubah’ jalan hidupnya demi kebahagiaan hati (yang 6 jempolnya pinjem jempol orang, hehe..). Jujur saja, saya juga ingin mengikuti jejak mereka tapi saya belum punya keberanian, masih banyak pertimbangan tapi sebenarnya udah nggak tahan mau resign, hehe curcol lagi.

(more…)


Aku Bangga Pakai Hijab


Hari ahad tanggal 7 April 2013, saya berkesempatan mengikuti acara launching KHAS (Komunitas Hijab Syar’i) yang diprakarsai oleh Ust. Felix Siauw dan Hijab Alila sebagai penyelenggaranya. Saya sendiri diminta tolong panitia menjadi moderator talk show bersama dua orang pembicara Aisha Maharanie (founder @halalcorner) dan Emeralda (@benefiko muslimah yang berprofesi sebagai desain grafis )

Acara ini sangat berkesan buat saya karena begitu banyak manfaat dan inspirasi yang saya dapatkan dari para pembicara dan juga dari Ustad Felix Siauw. Keteguhan hati untuk tetap istiqomah memakai hijab semakin menguat setelah mengikuti acara ini. Pakailah hijab karena Allah bukan karena manusia atau alasan lainnya, statement dari mbak Aisha Maharanie tersebut sangat mengena dihati saya mungkin begitu juga dengan muslimah lainnya yang hari itu hadir di Auditorium Universitas Al Azhar.

@adisyanah is on the stage *narsis hehe.. :)

@adisyanah is on the stage *narsis hehe.. 🙂

Berbicara tentang hijab saya kembali mengingat pengalaman saya pertama kali memakai hijab sekitar 13 tahun yang lalu. Waktu itu saya masih SMA dan sempat mengalami pertentangan dari orang tua saya sendiri, terlebih pada saat menjadi mahasiswa saya mengenakan rok dan jilbab panjang. Dari mulai diolok-olok kampungan sampai dibilang ribet kalau naik bis karena pakai rok panjang. Niat saya untuk menutup aurat sangat kuat, walaupun orang-orang terdekat saya mencemooh saya tetap maju terus pantang mundur dan saya tetap bangga dengan berhijab J. Alhamdulillah, setelah sekian lama orang tua saya bisa menerima saya dengan hijab saya, bahkan adik-adik dan ibu saya akhirnya mengikuti jejak saya memakai hijab. Yang penting kita tetap hormat sama orang tua dan bersikap sebaik mungkin.

(more…)


Hadist Jaminan Rasulullah tentang Surga


RASULULLAH bersabda: “Jaminlah untukku 6 hal darimu, aku jamin SYURGA untukmu:

1.BENAR dalam bicara.

2.TEPAT janji kpd Allah seperti sholat, zakat, puasa dll, dan janji pada manusia seperti nazar, sumpah dsb.

3.TUNAIKAN amanah.

4.TUTUP aurat dan jaga kemaluanmu.

5.TAHAN matamu dari yg haram (pornogarafi).

6.JAGA tangan, seperti memukul bukan hak, menerima atau memberi yg haram, menyentuh yg bukan mahramnya.

(HR.Ahmad, Ibnu Hibban & Baihaki)

sumber: Ust. Arifin Ilham