Life, love and passion

Hamil dan Melahirkan (part 2)


Masa kehamilan anak kedua tidak jauh berbeda dengan kehamilan pertama, cukup berat karena mual muntah yang parah ditambah maag yang sering kumat. Hamil anak kedua, saya diopname 2 kali, tri semester pertama dan kedua. 3 bulan pertama sama seperti kehamilan pertama, isinya uwek uwek pagi sampai malam. Ke kantor sering ijin, banyak bed rest karena ngga kuat maboknya. Awal-awal kehamilan saya ngga ngeh kalau hamil, saya kira mau haid karena sempat ngeflek so dokter ngasih obat penguat kandungan dan menyarankan untuk bed rest. Saat itu bertepatan dengan kegiatan International Conference on Population and FP di Jogjakarta, Alhamdulillah saya berkesempatan mempresentasikan paper saya di forum international tsb. Akhirnya saya berangkat dengan kegalauan hati, khawatir takut keguguran. Alhamdulillah selama di Jogja semua berjalan lancar dan baik-baik saja, saya pulang lebih cepat dari jadwal supaya bisa lebih banyak waktu istirahat di rumah.

Tri semester kedua kondisi semakin membaik, mual muntah berkurang bahkan masuk semester ketiga saya masih kuat bepergian, malah hamil 30 minggu masih sempet dinas keluar kota beberapa kali naik pesawat, Alhamdulillah perjalanan lancar-lancar aja, kayanya si debay seneng diajak melancong hehe 
Selama kehamilan kedua saya periksa di RS Hermina Bekasi sama dokter….sempet nyoba juga periksa di RS Awal Bros Bekasi sama dr. … pas periksa pertama di Awal Bros dokternya bilang, bayi saya terlilit tali pusat, so ada kemungkinan nanti harus dioperasi. Setelah itu sempet periksa lagi ke dokter lain, beliau juga bilang bayi saya terlilit. Masih penasaran saya periksa lagi ke dokter di Hermina Bekasi, dokter laki-laki, saya lupa namanya. Beliau bilang jangan khawatir karena banyak pasiennya yang bisa lahiran normal walopun bayi terlilit tali pusat.

Masuk hamil 7 bulan, saya memutuskan untuk pindah ke RS. Awal Bros dengan pertimbangan biaya persalinan yang ditanggung askes. Kebetulan waktu itu suami baru pindah kerja, asuransi untuk melahirkan belum discover karena baru beberapa bulan kerja. Syukurnya, Awal Bros Bekasi waktu itu masih kerjasama dengan Askes, Alhamdulillah banget bisa dapat kelas 1. Walaupun pakai Askes tapi pelayanannya cukup bagus, tidak ada perbedaan dengan pasien swasta. Beberapa bulan setelah saya melahirkan Awal Bros memutuskan kontraknya dengan Askes.

16 Juni 2012, 3 tahun yang lalu. Masih terekam jelas dalam memori saya, bagaimana perjuangan melahirkan anak kedua yang jaraknya terpaut 6 tahun dari kakaknya. Tanda-tanda melahirkan sudah saya rasakan mulai pagi hari tanggal 15 Juni 2012. Pagi itu sudah mulai keluar bercak darah dan perut mulai terasa sakit karena kontraksi. Saya masih sempat beres-beres dan mengurus anak pertama saya sebelum pergi ke bidan di dekat rumah. Periksa ke bidan katanya sudah mau pembukaan tiga. Saya pulang lagi ke rumah. Agak siang saya berangkat ke Awal Bros, cek ke dokter. 2 bulan terakhir saya kontrol sama Dokter Wulan, kebetulan siang itu beliau praktek jadi langsung aja cek. Pas di cek trnyata masih di bukaan 3. Dokter nyuruh saya pulang lagi, balik lagi kalau kontraksi dirasa semakin sering dan dekat jaraknya. Pulang dari RS masih sempet makan Dominos dan belanja pembalut dan pamper baby di BCP.

Malam lepas isya, saya semakin kesakitan. Saya berangkat ke RS berdua sama suami. Anak yang gede dititip ke neneknya. Sampai di RS diperiksa bidan katanya pembukaan 6, nunggu sebentar di ruang observasi ngga lama saya dipindah ke ruang bersalin karena bidannya bilang pembukaannya bagus kemungkinan bisa lahir lebih cepat. Oiya, malam itu dokter Wulan yang biasa periksa saya, lagi ada operasi di RS lain so saya ditawari dokter lain yang malam itu stand by di RS tapi dokternya laki-laki. Ya sudalah gpp, dari pada ngga ada yang nolong saya melahirkan.

Bidan bilang sepertinya ada masalah dengan bayi saya, kepalanya masih agak jauh dari jalan lahir. Pembukaannya memang bagus tapi kepala bayi belum turun. Saya yang orang awam bingung dengan penjelasan dokter dan bidan, karena yang saya pahami melahirkan itu yaa asal pembukaannya bagus si bayi bisa lahir. Ternyata tidak seperti itu. Dokter curiga bayi saya terlilit tali pusat dua lilitan. Hasil CTG memperlihatkan hasil yang kurang bagus, tapi pak dokter bilang dia masih mau menunggu dan mengusahakan untuk lahiran normal.

Malam semakin larut dan saya semakin kesakitan. Sambil menahan sakit, saya terus berdoa dan berdzikir berharap bisa lahir normal. Bidan yang stand by bolak-balik memeriksa dan saya pun sudah tidak tahan lagi sakitnya. Jam 2 pagi bidan memeriksa, ternyata ketuban saya berwarna hijau tua pekat yang artinya si bayi pup dalam kandungan, si bayi stress dan harus segera dikeluarkan.

Saat itu juga dokter membuat keputusan saya harus operasi Caesar by emergency. Waktu itu kalo ngga salah sudah pembukan 8 atau 9, dokter baru memutuskan operasi. Beliau bilang kalau mau ibu dan bayi selamat harus operasi sekarang juga. Mendengar pernyataan dokter saya pasrah saja, karena sudah tidak tahan lagi sakitnya. Suami sempat bersitegang dengan dokter karena kenapa tidak dari tadi bilang mau operasi. Kalau begini kasihan saya harus merasakan sakitnya dobel. Suami pun akhirnya setuju dan segera mengurus administrasi dsb utk tindakan operasi Caesar.

Sambil menunggu persiapan operasi, saya harus menahan sakit yang luaarrrrr biasaaaa maha dahsyaattt!! Sudah pembukaan 9 disuruh tahan ngga boleh ngeden / mengejan. Ya Allah…badan saya sampai gemetar karena menahan sakit. Yang belum pernah melahirkan mungkin tidak tau mulesnya kayak apa. Pernah mules nahan pup? itu baru pup loh, kalo yang saya alamin bayi udah mau keluar disuruh tahan ngga boleh ngeden. Alhasil diatas tempat tidur operasi saya sempat dua kali keluar kotoran karena saking ngga tahannya mau ngeden. Para perawat di ruang OK jadi rempong mindahin saya ke bed lainnya karena ‘insiden pup diatas bed operasi’  haha😀

Saya harus menunggu lebih dari satu jam sebelum operasi dimulai, rasanya sudah tidak sabar ingin dibius supaya hilang semua rasa sakit. Sekitar hampir jam 4 dokter anastesi datang pakai sandal jepit, dengan wajah masih baru bangun tidur. Tidak lama kemudian, dokter menyuntikkan obat bius di beberapa titik pinggang belakang. Beberapa menit kemudian obat bius mulai bekerja, semua rasa sakit yang maha dahsyat berangsur hilang. Operasi pun siap dimulai.

Saat operasi berlangsung saya dalam kondisi teler, kelelahan dan sangat mengantuk karena sudah menahan sakit semalaman tapi masih sadar dan mendengar dengan jelas waktu dokter mengeluarkan bayi saya dari dalam perut. Beliau bilang kalo bayi saya terlilit tali pusat dua lilitan. Anak kedua saya lahir waktu subuh, Alhamdulillah berjenis kelamin laki-laki dan sempurna dengan berat 3kg. Kami beri nama Thoriq Ahza Gunawan, artinya ‘bintang subuh’ yang beruntung anaknya pak Gunawan. Saya pilih nama Thoriq karena itu adalah salah satu nama sahabat Rasul dan kebetulan anak saya lahir di waktu subuh, beruntung lahir dengan selamat setelah melalui proses yang cukup sulit. Nama itu juga menjadi doa agar anak kami menjadi bintang dalam kehidupannya dan selalu beruntung, aamiin…

“Drama” melahirkan anak kedua belum selesai. Sesaat setelah operasi, masih dalam ruangan operasi maag saya kumat. Asam lambung naik, sakiittt… salah satu perawat di ruang OK menyuntikkan obat maag. Dari pagi sampai malam saya belum dapat ruangan, menunggu di ruang observasi dalam ruang bersalin. Sejak pagi sampai malam itu keringat saya bercucuran padahal AC diruangan itu suhunya sudah paling rendah. Sampai keesokan harinya, maag saya masih sakit, perut masih kembung dan tarik napas pun masih sakit. Selain konsul dengan dokter kandungan, saya juga ditangani dokter penyakit dalam Karena maag saya yang lumayan parah.

Kejadian melahirkan anak pertama terulang lagi saat saya melahirkan anak kedua. Saya harus stay di rumah sakit sampai 6 hari karena pemulihan pasca operasi Caesar dan maag. Anak saya juga terpaksa harus di foto terapi karena bilirubinnya naik. Sedih sekali rasanya.. Alhamdulillah..beberapa hari kemudian kondisi saya membaik dan mulai bisa memberikan ASI, anak saya juga semakin membaik, akhirnya kami bisa keluar dari RS.

Walaupun saya harus mengalami masa hamil yang berat dan proses persalinan yang cukup sulit, saya sangat bersyukur, diberikan kesempatan sama Allah punya anak sepasang perempuan dan laki-laki. Anak adalah anugerah terindah dari Allah dalam hidup ini. Semoga saya dan suami bisa menjadi orang tua yang baik dan amanah dalam mendidik anak. Semoga Nayya dan Oiq menjadi penyejuk hati kami, menjadi anak yang solehah dan soleh, cerdas, berbakti pada kedua orang tua. Harapan kami, mereka bisa menjadi manusia yang berahlak baik, menjadi manusia yang berguna / bermanfaat untuk orang banyak, cinta dan hapal Al quran. Yang paling penting adalah taat dan cinta pada Allah dan Rasulullah, aamiin ya Rabbal alamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s