Life, love and passion

MAMA GALAU


Judulnya gak ngenakin banget yaa.. begitulah pemirsa, bukan remaja aja yang galau, ibu-ibu kayak saya juga bisa galau hehe.. Apa sih yang bikin galau? Ya biasalah antara anak dan pekerjaan.  Ngga tega ninggalin anak kerja, merasa bersalah banget ngga bisa merawat dan mendidik anak sendiri, apalagi kalau lihat anak nangis ngga mau pisah sama mamanya, hiks😦 . Namun disatu sisi, saya juga ngga bisa langsung berhenti bekerja. Pengennya sih bisa cuti dua tahun, bahkan ekstrimnya saya mau resign aja. Tapi ngga bisa gitu juga, ada kondisi-kondisi yang membuat saya sulit untuk resign (maaf ngga bisa diceritain disini).

Sebenarnya bukan hanya alasan anak yang bikin saya pengen cuti 2 tahun atau resign sekalian. Sudah lama saya merasa jenuh bekerja kantoran karena pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion saya. Apalagi rutinitas berangkat pagi dan menghadapi kemacetan Jakarta yang bikin stress. Bukan hanya itu, saya juga terobsesi punya bisnis sendiri, punya kantor sendiri. Saya mulai berpikir untuk “naik level” dari karyawan menjadi entrepreneur. Maaf ya paragraph ini isinya ngeluh melulu😦 .

Mungkin ada beberapa orang yang bilang saya ngga tau diri atau tidak bersyukur karena saya bekerja sebagai PNS di salah satu instansi pemerintah pusat dan menduduki jabatan struktural eselon 4 diusia saya yang terbilang masih muda ( geer niye masih muda hehe😀 ). Bukan masalah bersyukur atau tidak bersyukur, tapi ini adalah tentang “pilihan hati” atau “lentera jiwa”.

Prioritas utama saya adalah anak-anak dan keluarga, karir dan pekerjaan nomer sekian. Mungkin bagi sebagian orang, mengejar karir adalah impiannya, tapi tidak dengan saya. Di akhirat nanti yang akan ditanya adalah bagaimana saya mendidik anak-anak bukan bagaimana saya mengejar karir. Mungkin nanti setelah anak-anak besar, saya bisa “berkarir” dan mewujudkan mimpi-mimpi saya, tetapi bagi seorang ibu dan isteri, tetap saja karir terbaiknya ada di dalam rumahnya.

Beberapa waktu lalu seorang Bapak dari kepolisian pada acara sosialiasi narkoba menyampaikan bahwa anak-anak seharusnya dirawat dan dijaga sendiri oleh ibunya bukan sama PRT yang nota bene tidak berpendidikan. Perkataan si Bapak bikin saya jleb jleb banget, merasa bersalah. Selama ini saya menitipkan anak-anak dirumah bersama PRT, sedangkan saya pergi pagi pulang malam. Di malam hari saat anak-anak butuh perhatian dan bimbingan saya untuk main dan belajar, tapi saya sudah kelelahan karena seharian bekerja dan perjalanan yang cukup jauh dari kantor. Belum lagi intensitas perjalanan dinas ke luar kota yang cukup sering, membuat saya harus meninggalkan anak-anak dirumah, semakin membuat saya sedih hiks *nangis*.

Terkadang hati saya bergejolak, pertentangan batin yang luar biasa. Disaat anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya butuh perhatian dan bimbingan langsung dari mamanya, saya malah sibuk bekerja pergi pagi pulang malam dan sering bepergian ke luar kota (maaf sampai diulang-ulang). Maunya sih kerja dengan waktu yang fleksibel, kalo gitu harus bikin usaha sendiri ya. Saya punya keyakinan bahwa saya bisa mendapatkan penghasilan lain tanpa harus bekerja kantoran atau menjadi wanita karir.

Sudah banyak contoh sukses disekitar saya, adik-adik saya dan ibu-ibu lainnya yang menjadi mompreneur, bekerja dirumah atau bukan jadi orang kantoran tapi tetap bisa punya penghasilan sendiri. Jaman sekarang sangat mudah berbisnis dari rumah, cuma modal BB atau HP, laptop dan jaringan internet. Jangan salah loh, penghasilan mompreneur ini banyak yang melebihi gajinya orang kantoran tanpa harus repot-repot berangkat pagi, bisa sambil jaga atau antar jemput anak sekolah.

Kedepannya saya ada rencana  kalau tidak bisa keluar dari PNS saya mau jadi dosen, mungkin dari segi waktu lebih fleksibel  dan mengajar memang hobi saya. Pendidikan S2 saya sayang kalau tidak digunakan dan tidak membawa manfaat untuk orang lain, jadi saya pikir menjadi dosen adalah pilihan yang tepat.  Selain itu, saya ingin punya lebih banyak waktu membaca dan menulis.  Mimpinya sih bisa bikin buku best seller, aamiin…

Saya juga punya cita-cita mau bikin day care, play group, TK, klinik sehat ibu dan anak, sama butik muslimah. Saya juga punya keinginan sekolah lagi di luar negeri, mengambil Master untuk yg kedua kalinya jurusan pendidikan anak atau pengembangan SDM sesuai minat saya dan menunjang pilihan karir saya sebagai dosen atau trainer, hehe..banyak banget ya mimpinya, boleh dong😀 , tapi tetap anak dan keluarga nomer satu.  Semoga Allah memudahkan saya mewujudkan mimpi-mimpi saya, dan semoga saya diberikan kekuatan melalui “masa-masa sulit” ini, aamiin ya rabbal alamin..

23 Agustus 2013

*ditulis pas lagi cuti khusus jaga anak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s