Dunia sementara, akhirat selamanya. Semoga Allah mudahkan kita semua utk taat dan istiqomah dijalan-Nya. Kelak kita berkumpul di Jannah-Nya, aamiin ya Rabb..

Archive for August, 2013

Tontonan Seru


Biasanya saya paling malas nonton tv paling-paling sekilas nonton berita di Metro TV pas sambil makan malam atau subuh jam 5 pagi nonton ceramahnya Ust.Yusuf Mansur di Antv. Walaupun dirumah langganan Tv kabel saya tetep aja males nonton, tapi dua bulan terakhir ini saya mulai “keranjingan” nonton TV gara-gara iseng-iseng pencet-pencet remote eh nemu stasiun TV yg acaranya oke banget.

Discovery Home and Health nama stasiun TVnya. Tv ini beda banget sama stasiun tv lainnya karena program acaranya nggak jauh-jauh dari urusan kesehatan dan keluarga. Yang paling menarik adalah mostly acaranya realita, bukan drama / sinetron yang norak. Kalaupun ada yang drama itu berdasarkan kisah nyata yang diceritakan kembali.

Ada beberapa program acaranya yg jadi favorite saya seperti Deliver Me, A Baby story, I didn’t know I was pregnant. Ketiganya menayangkan secara “live” proses seorang ibu melahirkan anaknya, kecuali yg saya sebutkan terakhir I didn’t know I was pregnant itu diceritakan kembali / reka ulang berdasarkan kisah nyata si tokoh.


Deliver Me mengisahkan 3 orang dokter kandungan yang semuanya wanita dan praktek di klinik yg sama. Acara ini meliput pasien2 dari si dokter mulai dari kehidupan sehari-hari dirumah, kontrol kandungan, sampai detik-detik persalinan dan pasca kelahiran. A baby story juga mirip-mirip ceritany tentang persalinan seorang ibu yang direkam secara live. Kita bisa melihat apa yg terjadi sebenarnya dalam ruang persalinan.
(more…)

Advertisements

MAMA GALAU


Judulnya gak ngenakin banget yaa.. begitulah pemirsa, bukan remaja aja yang galau, ibu-ibu kayak saya juga bisa galau hehe.. Apa sih yang bikin galau? Ya biasalah antara anak dan pekerjaan.  Ngga tega ninggalin anak kerja, merasa bersalah banget ngga bisa merawat dan mendidik anak sendiri, apalagi kalau lihat anak nangis ngga mau pisah sama mamanya, hiks 😦 . Namun disatu sisi, saya juga ngga bisa langsung berhenti bekerja. Pengennya sih bisa cuti dua tahun, bahkan ekstrimnya saya mau resign aja. Tapi ngga bisa gitu juga, ada kondisi-kondisi yang membuat saya sulit untuk resign (maaf ngga bisa diceritain disini).

Sebenarnya bukan hanya alasan anak yang bikin saya pengen cuti 2 tahun atau resign sekalian. Sudah lama saya merasa jenuh bekerja kantoran karena pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion saya. Apalagi rutinitas berangkat pagi dan menghadapi kemacetan Jakarta yang bikin stress. Bukan hanya itu, saya juga terobsesi punya bisnis sendiri, punya kantor sendiri. Saya mulai berpikir untuk “naik level” dari karyawan menjadi entrepreneur. Maaf ya paragraph ini isinya ngeluh melulu 😦 .

Mungkin ada beberapa orang yang bilang saya ngga tau diri atau tidak bersyukur karena saya bekerja sebagai PNS di salah satu instansi pemerintah pusat dan menduduki jabatan struktural eselon 4 diusia saya yang terbilang masih muda ( geer niye masih muda hehe 😀 ). Bukan masalah bersyukur atau tidak bersyukur, tapi ini adalah tentang “pilihan hati” atau “lentera jiwa”.

Prioritas utama saya adalah anak-anak dan keluarga, karir dan pekerjaan nomer sekian. Mungkin bagi sebagian orang, mengejar karir adalah impiannya, tapi tidak dengan saya. Di akhirat nanti yang akan ditanya adalah bagaimana saya mendidik anak-anak bukan bagaimana saya mengejar karir. Mungkin nanti setelah anak-anak besar, saya bisa “berkarir” dan mewujudkan mimpi-mimpi saya, tetapi bagi seorang ibu dan isteri, tetap saja karir terbaiknya ada di dalam rumahnya.

(more…)