Life, love and passion

Are You Happy With Your Job?


  

Siapa yang menjawab YA? Saya ucapkan selamat. Berarti anda sudah menemukan pekerjaan idaman atau bekerja sesuai passion anda. Jika jawabannya belum, anda tidak perlu khawatir karena anda tidak sendiri, banyak sekali pegawai/karyawan di luar sana yang merasa belum cocok dengan pekerjaannya atau belum menemukan bidang pekerjaan yang sesuai dengan passionnya, termasuk saya sendiri hehe curcol🙂.

Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi mood kita bekerja. It’s not only about passion. Mungkin bisa jadi system penggajian yang tidak adil, konflik dengan atasan atau rekan kerja, lingkungan kantor yang kurang kondusif atau kurang nyaman, dsb. But in this case, I want to focus on “passion”, because it can be the “biggest problem” that we are facing but we don’t realize or we don’t know how to solve it.

Buat saya yang statusnya pegawai, masalah suka atau tidak suka, happy or not happy with your job is a very important issue. Kenapa penting? Karena sebagian besar waktu dihabiskan di kantor, sekitar 8 jam bahkan bisa lebih, 5 hari seminggu, 20 hari dalam sebulan. Kalau setiap hari waktu yang kita habiskan di kantor dilalui dengan hati senang, pasti akan berdampak pada out put dan kinerja yang maksimal. Bahkan lebih dari itu, perasaan senang pada saat bekerja juga akan mempengaruhi mood dan kehidupan pribadi.  Namun sebaliknya, jika kita sudah tidak happy dengan pekerjaan, cepat atau lambat pasti akan berdampak pada kualitas pekerjaan. Bekerja tidak sesuai passion itu sangat “menyiksa”, karena melakukan hal-hal yang memang bukan minat kita.

Kalau sudah seperti ini rasanya terjebak tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau mau ekstrim bisa saja resign dan memulai karir baru yang sesuai dengan passion kita. Banyak loh orang-orang yang pada akhirnya beralih profesi, berganti pekerjaan yang jauh berbeda dengan latar belakang pendidikannya. Ada yang sekolah hukum tapi profesinya chef, ada yang sekolah ekonomi tapi menggeluti dunia tari, dsb. Sebagai contoh, silahkan lihat video klipnya Nugie yang berjudul “Lentera Jiwa”. Di video klip tersebut menceritakan orang-orang yang berani mengambil keputusan meninggalkan pekerjaan yang lama atau beralih pada profesi yang baru demi mengikuti “lentera jiwa”nya, walaupun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Salut deh,  10 jempol buat mereka yang berani ‘mengubah’ jalan hidupnya demi kebahagiaan hati (yang 6 jempolnya pinjem jempol orang, hehe..). Jujur saja, saya juga ingin mengikuti jejak mereka tapi saya belum punya keberanian, masih banyak pertimbangan tapi sebenarnya udah nggak tahan mau resign, hehe curcol lagi.

Oh ya, bagi yang belum tahu apa passion’nya jangan bersedih as long as you love doing your job. Sebenarnya ada cara mudah to know what your passion is. Kalau anda melakukan suatu pekerjaan dengan sangat antusias, rela dan betah menghabiskan waktu yang lama (over time/ lembur) menggeluti pekerjaan tsb, “ikhlas” melakukan tanpa memperdulikan berapa pun honor atau gaji yang diterima, pokoknya enjoy banget melakukannya.

Kalau masih bingung silahkan tanya orang-orang terdekat anda. Terkadang kita tidak menyadari bakat dan potensi diri sendiri. Nah biasanya orang-orang disekitar kita lah yang bisa memberikan saran karena mungkin sering memperhatikan apa yang kita kerjaan. Sometimes they know what we are good at.

Ada juga cara lain untuk menemukan apa pekerjaan yang cocok dengan passion kita yaitu dengan mengetahui tipe kepribadian kita. Ada teori psikologi yang mengkategorikan tipe kepribadian manusia menjadi sanguin, koleris, plegmatis, dan melankolis. Kalau ingin tahu lebih lanjut silahkan tanya sama mbah google ya atau cari-cari aja buku-buku yang membahas masalah tersebut. Saya bukan pakarnya jadi tidak bisa membahas lebih lanjut, hehe..

Dengan mengetahui tipe kepribadian akan sangat membantu kita mengenali diri sendiri. Contohnya saya ini tipe orang sanguin, yang senang berbicara dan bertemu banyak orang. Pekerjaan yang cocok yaitu jadi pedagang / marketing atau pembicara / pengajar tapi jauh berbeda dengan pekerjaan saya sekarang yaitu bekerja di belakang meja dan berkutat dengan angka-angka yang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi.

Selain mengetahu tipe kepribadian, anda juga bisa tes grafologi (tulisan tangan), tes aura dan tes STIFIN. Kesemuanya sudah pernah saya coba dan hasilnya memang mirip-mirip. Next time I will tell you more about STIFIN test, which is very helpful to find out what you are good at and more benefits.

Happy or not happy, disyukuri sajalah selama kita belum bisa berbuat apa-apa ya terima saja. The question is : sampai kapan mau menjalani hidup dengan perasaan yang terus tersiksa. Kalau boleh dianalogikan, seperti menikahi orang yang tidak kita cintai, terus-terusan tersiksa batin. Mau “cerai” tapi takut, hehe..dalem banget yaa J. Padahal rezeki Allah itu sangat luas, masih banyak diluar sana pekerjaan yang lebih baik lagi. Bukan kantor atau bos kita yang memberikan rezeki tapi Allah. Terus berdoa mohon petunjuk pada Allah, kalau memang berganti profesi atau berpindah tempat kerja itu baik untuk kita, semoga Allah memudahkan dan menunjukkan jalannya. Aamiin…

Sunday morning, July 14, 2013.

*I do really miss my old job as a PR and marketing coord. I love doing presentation, meet clients. Flexible working time and high income for sure🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s