Life, love and passion

Jadi “Orang Kaya” di Perantauan


Sebenarnya saya malu untuk sharing cerita ini karena agak norak dan lebay, hehehee..Nggak apa-apa deh tapi memang itu yang saya rasakan selama studi di Australia tepatnya di kota Canberra. Tulisan ini tidak ada maksud untuk pamer atau sok-sok’an tapi sekedar menceritakan pengalaman ‘norak’ saya tinggal di luar negeri hehehe… *tutup muka sambil nyengir.

Saya merasa jadi “orang kaya” di Canberra karena kehidupan yang saya dan keluarga alami sungguh jauh berbeda dengan kehidupan kami di Jakarta. Waktu di Jakarta kami tinggal di rumah kontrakan yang kecil dan sederhana bahkan kursi dan meja pun tak punya jadi harap maklum ya kalau datang ke Canberra lihat rumah-rumah besar bahkan bisa menempatinya membuat saya jadi agak norak, hehehe… Mungkin untuk sebagian orang sudah terbiasa tinggal di rumah besar dengan berbagai fasilitasnya tapi buat saya itu sesuatu yang mewah dan luar biasa.

Saya sangat bersyukur berkesempatan tinggal di Canberra selama 1,5 tahun. Selama 1,5 tahun itu 3 bulan pertama saya jalani sebagai anak kost, kemudian 16 bulan berikutnya saya menyewa rumah karena suami dan anak saya menyusul. Sebelum saya berangkat ke Canberra, saya dikirimkan link website yang menampilkan foto-foto rumah yang akan saya tempati kost. Saya terkagum-kagum melihat foto-foto dari tiap bagian di rumah itu, mulai dari dapur, kamar mandi, ruang tengah, halaman belakang, halaman depan dan jalanan di depan rumah. Baru melihat fotonya saja saya senangnya bukan main, berasa jadi orang kaya karena akan tinggal di rumah besar dan cantik yang buat saya cukup mewah,  sampai saya pamerkan ke ibu dan adik-adik saya. Setibanya saya di Canberra, ke ‘norak’an saya masih berlanjut apalagi bisa menggunakan langsung fasilitas yang ada dirumah tersebut dan pastinya saya pamerkan lagi ke keluarga saya di Jakarta pada saat menelepon atau skype’an.

Rumah di Lyon

Setelah 3 bulan ngekost saya pindah dan mengontrak rumah di wilayah Woden karena suami dan anak akan menyusul serta ibu saya akan datang menemani selama 3 bulan. Sebenarnya rumah ini termasuk rumah standar untuk ukuran rumah di Canberra, tampak depan terlihat sederhana, tidak ada yang spesial tapi saya tetap merasa jadi orang kaya karena halaman yang cukup luas, hehehe… Lumayanlah dengan 3 kamar tidur, ruang tengah, kamar mandi , toilet, dapur, garasi dan sedikit halaman di belakang rumah. Saya bisa masak di dapur yang bagus, mandi dengan air panas dan dingin, tidak kedinginan karena ada ducted gas heating belum lagi garasi yang memakai remote control,  semua kamar tidur memakai karpet yang cukup tebal, ruang tengah dan dapur yang lantainya terbuat dari kayu, kamar mandinya ada bath tub dan shower yang terpisah, dan dapur dengan kompor listrik plus oven dan mesin pencuci piring. Rumah ini disewakan unfurnished alias kosong melompong sehingga saya harus mengisinya dengan perabot rumah tangga mulai dari peralatan makan, kulkas, mesin cuci sampai kasur, sofa, dsb. Kami juga berlangganan faslitas wi-fi di rumah yang memudahkan kami berinternet ria.

 

kitchen

Kami menyewa rumah tersebut selama satu tahun, karena satu dan lain hal, kami memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dan mencari tempat tinggal baru padahal masa studi saya akan berakhir 4 bulan lagi. Allah Maha Baik, ditengah kesibukan dan tingkat stress yang cukup tinggi di semester akhir ini, saya dan keluarga diberikan kesempatan untuk kembali merasakan menjadi “orang kaya”  bahkan jauh lebih kaya hehe.. .

Rumah kedua yang kami sewa ini milik seorang wanita paruh baya berkebangsaan New Zealand. Dia menyewakan rumahnya hanya untuk short term karena ia akan mengunjungi anaknya di Queensland selama beberapa bulan (semacam house sitting). Kebetulan sekali kami juga cuma butuh beberapa bulan saja dan enaknya lagi rumahnya disewakan fully furnished jadi kami bisa menggunakan semua perabotan yang ada dirumah tersebut. Kami benar-benar bahagia bisa tinggal dirumah ini. Rumahnya dua kali lebih besar dari rumah yang kami sewa sebelumnya, halaman belakangnya sangat luas dengan kebun yang cantik dan enaknya lagi kami terima beres untuk masalah potong rumput dan perawatan kebun karena yang punya rumah sudah mengontrak tukang kebun yang datang secara regular untuk merawat dan membersihkan kebun. Garasinya cukup untuk dua mobil dan juga memakai remote control.

                                  barberque'an di halaman belakang

Rumah ini cukup besar, cantik dan artistik. Di ruang depan ada ruang yang disebut pemiliknya ‘garden room’ yang sangat asri dan dengan sebuah piano, lampu gantung dan lukisan abstrak. Agak naik keatas ada ruang tengah dengan sofa yang sangat empuk dan kursi besar untuk bermalas-malasan, sebuah tivi dan perangkat audio visual lainnya, AC yang bisa menjadi penghangat dan pendingin, ruang makan, dapur, toilet, kamar mandi, dan laundry room dilengkapi mesin cuci yang canggih. Rumah ini juga dilengkapi fasilitas air panas dan dingin sama seperti rumah-rumah lainnya di Canberra, ada juga ducted gas heating di semua bagian rumah, serta di ruang tengah ada tungku pemanas modern yang memakai gas sebagai bahan bakarnya. Semua perabotan sudah tersedia jadi kami datang hanya membawa koper berisi pakaian dan perlengkapan pribadi lainnya. Yang paling saya suka dari rumah ini yaitu halaman belakang rumahnya yang sangat luas, yang di foto baru sebagian halaman belakang loh, disisi sebelahnya lagi ada taman bunga-bunga.

Rumah besar dan halaman luas serta segala fasilitasnya tersebut kami bayar sangat murah hanya AUD $250 per week (not include water and electricity bills). Ada 2 kamar yang bisa kami pakai karena kamar yang satunya lagi kamar pribadi yang punya rumah. Itu sudah lebih dari cukup karena kami hanya bertiga.

Ford Falcon

Oh ya, satu lagi yang membuat saya merasa jadi orang kaya di perantauan : bisa punya mobil! hehehe..norak banget ya? Maklum deh di Jakarta biasanya kemana-mana naik motor, berpanas-panasan di angkot dan berdesakan di KRL tapi Alhamdulillah di Canberra kemana-mana bisa naik mobil sendiri. Kalau di Jakarta punya mobil itu sesuatu yang teramat mahal bagi kami, disini cukup dengan uang kurang dari AUD $2000 sudah bisa punya mobil yang cukup bagus bahkan banyak yang lebih murah lagi. Di Canberra punya mobil bukan untuk gaya-gaya’an tapi merupakan suatu kebutuhan karena public transport yang terbatas. Kami juga beberapa kali pernah merasakan naik mobil mewah seperti camry, KIA, dan Ford walaupun cuma mobil sewaan. Jadi, nggak harus jadi orang kaya untuk bisa merasakan tinggal di rumah besar dan nyaman, Alhamdulillah…Allah kasih jalan. Semoga bisa jadi orang kaya beneran ya, aamiin… ^_^

Udah dulu ya cerita pengalaman saya jadi “orang kaya” di Canberra, takut tambah norak hehehe :D  *kedipin mata ting.. kembali ke kehidupan nyata*

*tulisan lama yg baru sempat diposting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s