Life, love and passion

Demam BB


 

BlackBerry

Sepertinya beberapa waktu belakangan ini demam BB di Indonesia semakin meningkat. Blackberry, si henpon canggih berinisial “BB” ini telah berhasil memikat hati jutaan pemakai telepon seluler di Indonesia (kecualih sayah yg masih cintah samah hape jadul sayah🙂 ). Menurut laporan CNN, warga Indonesia adalah pengguna BlackBerry tertinggi se-Asia Pasifik (wow…). Saya cukup tercengang dengan perkembangan pemakaian BB di Indonesia. I think almost everyone has BB now, no matter what mau cash atau ngutang dibela2in buat barang yang satu ini. Beberapa waktu lalu saat pulang ke Indo, saya perhatikan orang2 semua pegang BB (enggak semua sih..) terutama anak2 abege semua on “bebe”.  Kalau di Australia sendiri jarang yg pake BB, disini iPhone merajai dunia per’henponan’, walaupun hampir semua orang pake iPhone tapi rasanya nggak seheboh fenomena BB di Indonesia.

Sepertinya memiliki BB sudah menjadi keharusan. Dengan punya smart phone seperti BB, urusan online kayak fesbukan, twitter atau YM bisa lancar jaya kapan saja dimana saja. Selain fungsinya yang canggih dengan berbagai macam aplikasinya, BB juga bisa menaikkan derajat pemakainya, paling tidak supaya bisa dibilang gaul dan nggak ketinggalan jaman. Tidak hanya itu budaya “pamer” update status atau up load foto di Facebook via Blackberry sudah menjadi trend tersendiri dalam dunia perfesbukan. Kalau udah update status di FB trus ada tulisan “send via Blackberry” kayanya mantep banget deh. Abis itu tuker2an nomer pin BB deh..ada yg sengaja tulis di wall sendiri ada yg numpang komen sekalian pengumuman nomer pin, banyak juga sih yang pake cara2 yang natural dan tanpa bahan kimia (emang obat..). Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengirimkan pesan ke inbox FB saya, isinya menanyakan nomer pin BB saya. Saya cuma nyengir aja,hehehe..maaf jeng..aye gak punya “bebe”.. ntar ye..kalo udah ngumpul duitnye, baru aye beli dah atu..

I need a BlackBerry

Kalau saya sendiri belum tertarik punya BB. Alasannya karena saya orangnya jadul dan gaptek gitu jadi percuma aja punya hape canggih kalo ngga tau cara pakenya. Saya enggak peduli dibilang nggak gaul. Saat ini punya BB belum jadi prioritas  saya, mungkin suatu saat nanti kalau memang saya benar2 butuh, saya pasti beli juga.

Saya tidak bermaksud menyindir atau  menyalahkan para pengguna BB. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan smart phone sudah menjadi menjadi “lifestyle” bahkan menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagi orang-orang yang sibuk dan banyak urusan tentu saja kehadiran smart phone seperti BB sangat berarti karena bisa memudahkan pekerjaan mereka. Hidup menjadi praktis dan komunikasi tetap lancar. Jaman sudah canggih, udah tahun 2010 memang sudah saatnya smart phone berjaya dan memudahkan hidup manusia.

Yang membuat saya prihatin adalah efek booming BB telah “merusak” atau berdampak negatif terhadap social life masyarakat Indonesia. Ada beberapa hal yang perlu kita garisbawahi disini (siap2 ya keluarin stabillo) :

Pertama, banyak remaja bahkan anak SD yang sudah memakai BB. Sebenarnya mereka belum butuh2 banget. Lagi2 karena tuntutan pergaulan mereka seperti diharuskan punya BB. Yang menjadi korban adalah orangtua. Orangtua terpaksa membelikan BB untuk anaknya padahal harganya cukup mahal. Kalau ortunya kaya sih nggak masalah, kasihan ortu yang pendapatannya pas-pas’an terpaksa mengeluarkan kocek untuk pengeluaran yang tidak urgent,  mungkin banyak juga yang sampai ngutang karena anaknya merengek-rengek minta BB.

Kedua, ada sebagian pengguna BB yang niat memakai BB bukan karena kebutuhan tetapi niatnya pamer dan untuk menaikkan status pergaulan. Kasihan mereka menjadi korban “lifestyle”. Mungkin sebenarnya mereka nggak butuh2 banget daripada dibilang nggak gaul dan cape lihat orang tuker2an nomer pin BB ya…akhirnya beli juga. Tidak sedikit yang terlalu memaksakan diri untuk membeli padahal kondisi keuangan tidak memungkinkan.

Ketiga, gara2 sibuk ber’BB ria terkadang tanpa kita sadari kita sedikit acuh tak acuh dengan lawan bicara kita. Saya sering memperhatikan orang2 yang diajak ngobrol tapi malah sibuk dengan BB’nya entah fesbukan, twitteran, atau ada urusan lainnya. Orang yang sedang diajak bicara mungkin bisa maklum kalau kita sedang sibuk tetapi alangkah baiknya jika kita meminta ijin atau sekedar basa-basi minta maaf  “maaf ya..sambil bales comment dulu atau apalah bahasanya”. Point nomer 3 ini saya tulis berdasarkan curhatan seorang teman yang merasa dicuekin setelah temannya yang diajak ngobrol malah sibuk sm BB’nya.

Keempat, Pin BB bisa melukai hati seseorang. Loh kok bisa? ya bisa lah.. Pengalaman tidak mengenakkan ini terjadi pada teman saya. Ceritanya dikantornya ada seorang teman yang menanyakan pin BB kesetiap orang kecuali dirinya, gara-gara teman saya itu masih pake hape jadul so dia dilewatkan begitu saja. Padahal sebagai pendatang baru dikantor itu dia pengen juga dong kenalan walapun gak punya pin BB. Menurut saya kasus yang ini parah banget, masa gara2 nggak punya BB jadi dicuekin. Parah karena sifat/perilaku  sampai bisa berubah jadi cuek dan agak sombong karena pake BB (haduh..enggak banget deh..ada ya orang kayak gitu..naudzubillah..)

Kelima, berubahnya cara berkomunikasi dari offline menjadi online terlebih kehadiran smart phone seperti BB  karena penggunanya bisa chat gratisan (betul ga?sok tau nih padahal gak pernah pegang BB). Tidak bisa dipungkiri the world is changing, dunia semakin canggih dengan perangkat2 digital. Kecanggihan teknologi secara perlahan tapi pasti telah menggeser budaya keramahan orang Indonesia. Kalau dulu belum ada hape apalagi bebe, semua orang bertegur sapa dan bersosialisasi dengan arti sebenarnya. Kalau sekarang seseorang bisa mendadak autis gara-gara asyik sama hape canggihnya. Di satu pihak smart phone membawa keuntungan karena kita bisa tetap keep in touch dengan keluarga atau teman2 secara online tetapi tanpa kita sadari cara ini sedikit demi sedikit telah merubah  kebiasaan bersosialisasi dari face to face atau kopi darat (kopi susu ada ga?) menjadi online chatting dan mengurangi waktu bertemu karena menganggap komunikasi online sudah cukup. Coba perhatikan kartun dibawah, walaupun duduk satu meja ngobrolnya pake BB, hehehe..

 

Communicate with BB

Semua kembali lagi pada diri kita sendiri bagaimana menyikapi perkembangan jaman dan kecanggihan teknologi. Jangan sampai kita hanya menjadi korban “lifestyle” tanpa mempertimbangkan manfaat atau kondisi kita yang sebenarnya. Kalau memang butuh silahkan beli, kalau belum butuh2 banget jangan memaksakan diri apalagi kalau sampai berhutang sana sini. Enggak usah peduli sama omongan orang lain, yang tahu kebutuhan diri kita adalah kita sendiri  so pertimbangkan kembali sebelum membeli terutama buat yang belum punya penghasilan sendiri, jangan sampai menyusahkan ortu atau membebani mereka untuk membelikan BB.

Sekali lagi mohon maaf ya kalau ada salah dan kurang berkenan. Saya sama sekali tidak bermaksud menyindir atau menghakimi para pengguna BB. Saya hanya menuliskan apa yang ada dikepala saya karena sebagai social researcher (ciee…gaya..) saya merasa penggunaan BB menjadi fenomena sosial dikalangan masyarakat Indonesia dan perlu dikritisi. Kalau ada komen silahkan..mau marah2 juga boleh tapi caranya yg santun ya🙂

Canberra, 25 Des 2010 (15:44)

*sdg belajar mengkritisi fenomena sosial masy, maaf kalo sok tau*

reference : CNN International Edition. BlackBerry boom in Indonesia. posted on Dec 29, 2009.  http://edition.cnn.com/2009/TECH/12/28/indonesia.blackberry/index.html

2 responses

  1. me

    hehheh… salam kenal dulu mba…
    tulisan mba ini intinya hampir sama dengan yg sy pikirkan bbrp waktu lalu disini http://negeriperi.wordpress.com/2011/04/22/bb-perlu/
    (toss ahhh.. hihihi)

    May 12, 2011 at 12:30

  2. My family members every time say that I am killing my time here at
    net, however I know I am getting experience all the
    time by reading thes fastidious articles.

    March 30, 2013 at 06:57

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s