Dunia sementara, akhirat selamanya. Semoga Allah mudahkan kita semua utk taat dan istiqomah dijalan-Nya. Kelak kita berkumpul di Jannah-Nya, aamiin ya Rabb..

Archive for December, 2010

Protected: Dandan Cantik


This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Demam BB


 

BlackBerry

Sepertinya beberapa waktu belakangan ini demam BB di Indonesia semakin meningkat. Blackberry, si henpon canggih berinisial “BB” ini telah berhasil memikat hati jutaan pemakai telepon seluler di Indonesia (kecualih sayah yg masih cintah samah hape jadul sayah 🙂 ). Menurut laporan CNN, warga Indonesia adalah pengguna BlackBerry tertinggi se-Asia Pasifik (wow…). Saya cukup tercengang dengan perkembangan pemakaian BB di Indonesia. I think almost everyone has BB now, no matter what mau cash atau ngutang dibela2in buat barang yang satu ini. Beberapa waktu lalu saat pulang ke Indo, saya perhatikan orang2 semua pegang BB (enggak semua sih..) terutama anak2 abege semua on “bebe”.  Kalau di Australia sendiri jarang yg pake BB, disini iPhone merajai dunia per’henponan’, walaupun hampir semua orang pake iPhone tapi rasanya nggak seheboh fenomena BB di Indonesia.

Sepertinya memiliki BB sudah menjadi keharusan. Dengan punya smart phone seperti BB, urusan online kayak fesbukan, twitter atau YM bisa lancar jaya kapan saja dimana saja. Selain fungsinya yang canggih dengan berbagai macam aplikasinya, BB juga bisa menaikkan derajat pemakainya, paling tidak supaya bisa dibilang gaul dan nggak ketinggalan jaman. Tidak hanya itu budaya “pamer” update status atau up load foto di Facebook via Blackberry sudah menjadi trend tersendiri dalam dunia perfesbukan. Kalau udah update status di FB trus ada tulisan “send via Blackberry” kayanya mantep banget deh. Abis itu tuker2an nomer pin BB deh..ada yg sengaja tulis di wall sendiri ada yg numpang komen sekalian pengumuman nomer pin, banyak juga sih yang pake cara2 yang natural dan tanpa bahan kimia (emang obat..). Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengirimkan pesan ke inbox FB saya, isinya menanyakan nomer pin BB saya. Saya cuma nyengir aja,hehehe..maaf jeng..aye gak punya “bebe”.. ntar ye..kalo udah ngumpul duitnye, baru aye beli dah atu..

I need a BlackBerry

Kalau saya sendiri belum tertarik punya BB. Alasannya karena saya orangnya jadul dan gaptek gitu jadi percuma aja punya hape canggih kalo ngga tau cara pakenya. Saya enggak peduli dibilang nggak gaul. Saat ini punya BB belum jadi prioritas  saya, mungkin suatu saat nanti kalau memang saya benar2 butuh, saya pasti beli juga.

(more…)


Protected: Cerita Anak Kost (part 1)


This content is password protected. To view it please enter your password below:


Gelar Master Ini Untuk Orang Tua Saya


Salah satu mimpi saya adalah bisa meraih gelar S2 dari universitas di luar negeri dengan beasiswa sebelum umur 30 tahun.  Alhamdulillah…segala puji bagi Allah..mimpi saya tersebut akhirnya terwujud pada hari kamis, 9 Desember 2010.  Saya berhasil meraih gelar S2 ( Master of Social Research) dari Australian National University dengan beasiswa dari kantor tempat saya bekerja, pada umur 28 tahun.

Gelar Master ini saya persembahkan untuk kedua orangtua saya tercinta. Waktu SMP dulu saya pernah berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya harus lebih baik dari orangtua saya, kalau bapak saya lulusan akademi dan ibu saya lulusan SMA maka saya harus mencapai pendidikan yang lebih baik dari mereka.  Saya tidak akan bisa mencapai prestasi ini tanpa pengorbanan, dukungan, dan doa orangtua. Saya sangat sadar bahwa apa yang telah saya raih saat ini adalah dengan campur tangan orangtua saya dan pasti atas ijin-Nya.  Saya merasa sangat beruntung karena orangtua saya sangat menomorsatukan pendidikan anak-anaknya. Masih teringat jelas dalam ingatan saya, mulai kelas 5  SD saya sudah ikut kursus bahasa inggris dan kelas 1 SMP saya ikut kursus komputer.  Kursus bahasa inggris dan komputer pada waktu itu adalah sesuatu yang “wah” karena belum banyak lembaga kursus yang dibuka belum lagi biayanya yang relatif mahal pada jaman itu.

(more…)


Pejabat Negara Ikut Antri


Suatu ketika di hari minggu pagi, saya mengantar seorang teman yang akan pulang ke Indonesia. Kami sudah tiba di airport sekitar pukul 5 pagi. Sambil menunggu teman saya membereskan barang bawaannya, saya melempar pandangan ke sekitar bandara. Tidak lama kemudian, seorang pejabat tinggi negara dan merupakan salah satu pemimpin terkenal di dunia datang bersama seorang stafnya. Beliau sepertinya akan melakukan perjalanan dinas bersama stafnya tersebut. Yang membuat saya takjub adalah beliau datang hanya dengan seorang staf dan tanpa pengawalan ketat, dan yang lebih mengagumkan lagi, beliau ikut dalam antrian penumpang yang akan check-in. Beliau membawa sendiri tasnya dan ikut mengantri, tidak ada bedanya dengan penumpang lain. Orang yang sedang saya ceritakan adalah Kevin Rudd, mantan PM Australia yang sekarang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Australia.

Pemandangan di Canberra airport minggu pagi itu sangat berkesan buat saya yang awam dan lahir serta dibesarkan di Indonesia. Ini adalah pemandangan yang agak aneh karena yang saya tau biasanya bila seorang pejabat tinggi akan bepergian atau melakukan perjalanan dinas, pejabat tersebut akan didampingi oleh banyak staf dan pengawal dan tidak perlu ikut mengantri check-in seperti penumpang pada umumnya

Kevin Rudd
Kevin Rudd
Saya boleh terheran-heran tapi mungkin bagi mereka penduduk Australia, ini adalah hal biasa yang terjadi sehari-hari. Sepertinya tidak ada perlakuan istimewa dan luar biasa bagi pejabat negara (kecuali Perdana Menteri). Selama satu tahun tinggal di ibukota Australia, saya belum pernah melihat iring-iringan pejabat yang dikawal polisi di jalan raya kalaupun ada mungkin sangat jarang seperti pada saat rombongan presiden SBY datang ke Canberra bulan Maret  lalu. Coba perhatikan di kawasan Halim PK Jakarta Timur, bila ada pejabat penting mau lewat dari atau menuju bandara Halim PK, banyak tentara yang sudah bersiap siaga di sepanjang jalan dari Bandara sampai lampu merah perempatan Cawang. Tidak hanya itu kita juga harus rela menunggu giliran jalan setelah rombongan pejabat tersebut lewat dan tidak jarang menambah parahnya kemacetan di jalan raya.

Begitu juga dengan rumah dinas PM dan Parliament House, tidak ada penjagaan ketat polisi di tempat tersebut bahkan semua orang bisa masuk ke Parliament House untuk sekedar melihat-lihat ruang sidang dan berfoto. Jika di Canberra ada tour di dalam parliament house, di Jakarta ada demonstrasi di depan gedung MPR-DPR.

Canberra, 7 Des’10. 21:45 pm

*tulisan iseng sambil nunggu isya*