Life, love and passion

Status Facebook


Siapa yang tidak punya account di Facebook (FB)? Saya yakin hampir semua orang yang mengenal internet pasti punya account di FB bahkan orang yang tidak bisa mengoperasikan komputer-pun bisa ikutan ber-FB ria dengan menggunakan fasilitas di mobile phone atau ‘nebeng’ orang lain. Facebook bukan cuma milik anak-anak muda dan gaul, siapapun bisa mendaftar dan berteman dengan orang sebanyak-banyaknya. Tidak heran bayi yang baru lahir sudah punya FB atau seorang nenek yang notabene seorang ibu rumah tangga dan tidak tau apa2 tentang dunia maya menjadi “korban” pergaulan FB.

Banyak hal yang bisa kita pelajari lewat Facebook. Pelajaran tentang kehidupan, pertemanan, gaya hidup, karakter/sifat manusia dan masih banyak lagi. Tidak bisa dipungkiri FB juga telah menjadi hiburan dan sarana untuk menjalin pertemanan dengan banyak orang dan masih banyak lagi sisi positifnya. Lewat tulisan sederhana ini saya mencoba untuk menuangkan hasil pengamatan saya selama ini tentang FB dan sedikit pelajaran/hikmah yang bisa saya ambil.

Facebook itu ramai ibarat “pasar”, setiap orang bebas berbicara, berkomentar apa saja dan boleh juga dibilang sebagai koran/majalah yang boleh dibaca siapa saja. Setiap orang berhak menulis di wall, mengupload foto-foto atau mengomentari status orang lain. Siapapun boleh menuliskan apa saja termasuk perasaannya seperti kekecewaanya, kekhawatirannya, kemarahannya, kebahagiaannya, kenarsisannya, apapun itu semua diperbolehkan. Tetapi sadarkah kita dengan apa yang sudah kita tuliskan di wall kita? Foto-foto yang kita upload di album kita? Komentar-komentar yang kita berikan di status teman-teman kita? Mungkin tanpa kita sadari ada status, tulisan atau komentar kita, yang tanpa kita sadari telah berpeluang menjadi status “sampah”. Saya menyebutnya dengan status “sampah” atau “statif” (status negatif) karena isinya bermuatan negatif dan bisa menimbulkan keburukan untuk diri kita sendiri maupun orang lain.

Seringkali kita temui status-status negatif yang memenuhi halaman FB kita. Ada yang sengaja marah-marah dan menumpahkan kekesalannya terhadap seseorang atau sesuatu hal, ada yang menyindir, ada yang ngomongin kejelekan orang lain bahkan ada yang terang-terangan menghina atau menuliskan hal-hal sifatnya sangat pribadi. Astagfirullah al adziim…semoga Allah mengampuni kita semua. Boleh saja mengutarakan kekesalan atau kemarahan tetapi alangkah baiknya apabila kita menuliskannya dengan bahasa yang lebih santun atau lebih baik lagi simpan saja kemarahan kita dan mencoba untuk menahan diri untuk tidak mempublikasikannya di “tempat umum”.

Terkadang saya sering merasa sedih dan prihatin jika melihat halaman FB yang diisi dengan kalimat-kalimat keburukan seperti membicarakan kejelekan orang lain, masalah rumah tangga, cemburu dengan pasangan, kesal dengan orang lain atau keluh kesah yang tiada akhir. Entahlah apa maksudnya, mungkin hanya ingin numpang curhat dan berbagi rasa. Mungkin pada saat meng’up date status kita tidak berpikir akan dampak dari status tersebut. Yang ada dikepala kita saat itu adalah menuangkan apa yang menjadi unek-unek atau pikiran kita saat itu. Saya pun mengaku kalau dulu pernah kesal dengan seseorang dan saya tumpahkan perasaan kesal saya itu dengan menuliskannya di FB. Tetapi setelah itu saya menyesal luar biasa, karena status saya itu hanya menjadi sampah dan tidak ada gunanya sama sekali, yang saya dapatkan hanya dosa karena berghibah. Sejak saat itu setiap akan meng’up date status saya akan berpikir berulang kali walaupun isinya hal-hal yang biasa saja.

Mungkin saya termasuk orang yang penakut dan terlalu berhati-hati. Biasanya sebelum menulis status di FB saya akan memikirkan dampak kedepannya. Bisa saja hanya gara-gara kalimat sederhana seperti “lagi bete nih” akan membawa dampak buruk bagi diri saya sendiri dan orang lain. Kok bisa? Ya bisa dong..dengan menuliskan hal-hal negatif tanpa sengaja kita telah menebarkan energi negatif bagi orang-orang yang membacanya. Mungkin saja orang yang tadinya moodnya bagus karena “disajikan” banyak kalimat negatif akan berubah menjadi bad mood.

Satu lagi yang kurang baik dari status FB : budaya pamer dan narsis. Orang-orang yang tadinya sederhana dan tidak suka publikasi mendadak ikut-ikutan dan terkesan memaksakan diri agar eksis di FB. Mulai sering up date status sedang apa, lagi dimana, mau ngapain, setiap jam up date status, ckckckc…bak selebritis yang haus akan publikasi, mereka memberitakan segalanya tanpa melihat kepentingan atau kemaslahatannya, yang penting “eksis” pemirsa !!!. Ada yang pamer punya rumah baru, mobil baru, etc etc bahkan ada yang baru mau beli udah pamer duluan. Mungkin niatnya baik untuk memotivasi orang lain supaya bisa sukses seperti dirinya. Tapi kita bisa membedakan mana yang niatnya untuk kebaikan dan mana yang niatnya hanya untuk pamer belaka. Ya..gak apa2 sih.itu kan hak dia, duit dia, mau ngomong apapun itu sah2 saja, orang lain tidak punya hak untuk melarang.

Pernah berpikirkah kita kalau yang kita tunjukkan baik sengaja atau tidak sengaja mungkin akan berpengaruh terhadap orang lain atau bahkan bisa menyakiti hati orang lain (saya sadar artikel ini akan menyindir, menyinggung ataupun melukai perasaan teman2, saya mohon maaf karenanya). Sebagai contoh, sebut saja X baru saja meng’up date status tentang mobil baru yang akan dibelinya atau shopping barang2 branded. Salah satu teman di FB, sebut saja Y membaca status tersebut dan pada saat itu kondisi Y sedang kesusahan, jangankan shopping untuk sekedar membeli susu anaknya saja, dia harus berhutang kesana kemari. Mungkin secara tidak sengaja status X telah membuat Y terluka hatinya. Disaat kesulitan hidup mendera, seorang teman di FB dengan sengaja memamerkan harta dan tahtanya. Sebenarnya itu bukan salah si X, mungkin si X tidak bermaksud pamer dan sombong tapi gara-gara status FB tadi orang lain bisa salah sangka dan berpikiran macam-macam tentang kita.

Selain itu dampak buruk lainnya adalah kita akan menjadi orang yang mudah mengeluh dan sibuk mencari perhatian. Sedikit-sedikit mengeluh, curhat gak penting, pamer, atau cari perhatian dan yang lebih parahnya lagi efek narsisme akan mempengaruhi kita (ini sudah terbukti loh, ada penelitiannya ttg FB dan narsisme).

Memang tidak ada aturan atau larangan tentang perfesbukan tetapi alangkah baiknya apabila status yang kita tuliskan adalah status yang memang layak untuk dikonsumsi orang banyak. Status yang isinya adalah kebaikan dan membawa manfaat untuk orang lain. Saya sangat menghargai teman-teman yang senang berbagi kebaikan dan manfaat lewat status Fbnya. Saya juga salut dengan teman-teman yang pandai menyajikan hiburan menarik lewat status maupun foto-fotonya. Kalimat-kalimat positifnya telah menyebarkan energi positif untuk orang lain, menghibur mereka yang sedang bersedih dan mengisi jiwa2 yang merindukan kedamaian dihatinya. Sekali lagi terima kasih atas share’nya yang bermanfaat.

Tulisan ini saya buat sebagai pengingat untuk diri saya sendiri. Saya sadar bahwa saya pernah menulis di FB atau twitter tentang hal-hal yang tidak baik dan mungkin merugikan orang lain. Saya telah banyak mengeluh dan pamer atau apapun yang menyakiti orang lain. Untuk itu saya mohon dimaafkan. Semoga mulai hari ini, esok, dan seterusnya kita bisa menyebarkan energi positif lewat status facebook ataupun perkataan di twitter.

Harus diingat bahwa ada banyak orang yang menjadi friends di FB kita atau follower di twitter kita. Orang lain akan tau banyak tentang kehidupan kita yang mungkin seharusnya tidak baik untuk diketahui orang lain. Oleh karena itu sebelum menulis yang kurang baik hendaknya dipertimbangkan kembali agar tidak berdampak buruk di kemudian hari. Satu lagi yang perlu disadari bahwa lewat status FB, orang lain bisa menilai kepribadian atau sifat kita. Apakah kita orang yang pemarah, suka pamer, norak, sombong, humoris, pekerja keras, disiplin, suka bersahabat, etc etc itu semua akan terlihat dari status dan komentar yang kita tuliskan. Oleh karena itu mari kita pertimbangkan kembali hal-hal yang akan tuliskan di wall FB kita.

Sebelum tulisan ini saya akhiri ijinkan saya mengajak teman-teman untuk berdoa meminta kepada Allah, agar kita semua menjadi manusia yang diindahkan pribadinya, yang bertutur kata baik, berperilaku santun, gemar menyampaikan kebaikan, menebarkan rahmat dan menolong sesama. Ya Allah jagalah lidah kami, hati kami, pikiran kami, perilaku kami dari hal-hal yang buruk dan tidak Engkau sukai dan tuntunlah kami menjadi orang-orang yang berahlak mulia dan berhati damai, amin ya rabbal alamin…

Mohon maaf jika tulisan ini terkesan menggurui atau sok tau atau bahkan melukai hati teman2, mohon dimaafkan karena saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk membaca dan semoga bermanfaat.

Lyons, 18 Januari 2011.

*Sebuah catatan peringatan untuk diri saya sendiri yang suka pamer, norak, narsis atau menuliskan ttg keburukan di soc med seperti FB dan twitter*

untuk tambahan silahkan baca artikel tentang sering update status=norak, buka link berikut http://www.antaranews.com/berita/1286496761/sering-update-status-facebook-=-norak

Note: insyaAllah lain waktu saya juga akan menulis sisi positif dari FB.

2 responses

  1. kunjungan balik, salam kenal ya
    hadi
    http://www.tentangkb.wordpress.com

    January 21, 2011 at 11:11

  2. Semua dikembalikan ke diri kita sendiri, bagaimana memanfaatkan teknologi dan fasilitas yang ada, hp misalnya, apabila kita bisa memanfaatkannya dengan baik akan terasa sekali manfaatnya, namun apabila sebaliknya disalah gunakan tentu akan bermasalah juga. tapi bagaimanapun artikel Anda sudah mengingatkan saya juga yang kebetulan punya akun di facebook.

    January 27, 2011 at 23:25

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 378 other followers