masih belum apa-apa tapi sudah tau mau kemana. I'll make my dreams come true, FIGHT!!!

Latest


Wahai Rabb yang Mahahidup, Wahai Rabb yang Maha Berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan janganlah Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun tanpa mendapat pertolongan dari Mu.

Ya Allah Tuhan Penguasa langit dan bumi, ampunilah segala kesalahan dan dosa-dosaku , lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku. Ya Allah, lindungi hamba dari berbuat keburukan dan kekeliruan. Tunjukkan hamba jalan lurus yang Engkau ridhoi.

amin ya rabbal alamin…

 

Tak Cukup Hanya Cinta


Dicopas dari http://crito.jw.lt/Cinta/Tak%20Cukup%20Hanya%20Cinta

“Sendirian aja dhek Lia? Masnya mana?”, sebuah pertanyaan tiba-tiba mengejutkan aku yang sedang mencari-cari sandal sepulang kajian tafsir Qur’an di Mesjid komplek perumahanku sore ini. Rupanya Mbak Artha tetangga satu blok yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia rajin datang ke majelis taklim di komplek ini bahkan beliaulah orang pertama yang aku kenal disini, Mbak Artha juga yang memperkenalkanku dengan majelis taklim khusus Ibu-ibu dikomplek ini. Hanya saja kesibukan kami masing-membuat kami jarang bertemu, hanya seminggu sekali saat ngaji seperti ini atau saat ada acara-acara di mesjid. Mungkin karena sama-sama perantau asal Jawa, kami jadi lebih cepat akrab.

“Kebetulan Mas Adi sedang dinas keluar kota mbak, Jadi Saya pergi sendiri”, jawabku sambil memakai sandal yang baru saja kutemukan diantara tumpukan sandal-sendal yang lain. “Seneng ya dhek bisa datang ke pengajian bareng suami, kadang mbak kepingin banget ditemenin Mas Bimo menghadiri majelis-majelis taklim”, raut muka Mbak Artha tampak sedikit berubah seperti orang yang kecewa. Dia mulai bersemangat bercerita, mungkin lebih tepatnya mengeluarkan uneg-uneg. Sebenarnya aku sedikit risih juga karena semua yang Mbak Artha ceritakan menyangkut kehidupan rumahtangganya bersama Mas Bimo. Tapi ndak papa aku dengerin aja, masak orang mau curhat kok dilarang, semoga saja aku bisa memetik pelajaran dari apa yang dituturkan Mbak Artha padaku. Aku dan Mas Adi kan menikah belum genap setahun, baru 10 bulan, jadi harus banyak belajar dari pengalaman pasangan lain yang sudah mengecap asam manis pernikahan termasuk Mbak Artha yang katanya sudah menikah dengan Mas Bimo hampir 6 tahun lamanya.

“Dhek Lia, ndak buru-buru kan? Ndak keberatan kalo kita ngobrol-ngobrol dulu”, tiba-tiba mbak Artha mengagetkanku. ” Nggak papa mbak, kebetulan saya juga lagi free nih, lagian kan kita dah lama nggak ngobrol-ngobrol”, jawabku sambil menuju salah satu bangku di halaman TPA yang masih satu komplek dengan Mesjid.
Dengan suara yang pelan namun tegas mbak Artha mulai bercerita. Tentang kehidupan rumah tangganya yang dilalui hampir 6 tahun bersama Mas Bimo yang smakin lama makin hambar dan kehilangan arah.

“Aku dan mas Bimo kenal sejak kuliah bahkan menjalani proses pacaran selama hampir 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami sama-sama berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dalam hal agama”, mbak Artha mulai bertutur. “Bahkan, boleh dibilang sangat longgar. Kami pun juga tidak termasuk mahasiswa yang agamis. Bahasa kerennya, kami adalah mahasiswa gaul, tapi cukup berprestasi. Walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin tidak meninggalkan sholat. Intinya ibadah-ibadah yang wajib pasti kami jalankan, ya mungkin sekedar gugur kewajiban saja. Mas Bimo orang yang sabar, pengertian, bisa ngemong dan yang penting dia begitu mencintaiku, Proses pacaran yang kami jalani mulai tidak sehat, banyak bisikan-bisikan syetan yang mengarah ke perbuatan zina. Nggak ada pilihan lain, aku dan mas Bimo harus segera menikah karena dorongan syahwat itu begitu besar. Berdasar inilah akhirnya aku menerima ajakan mas Bimo untuk menikah”.
“Mbak nggak minta petunjuk Alloh melalui shalat istikharah?”, tanyaku penasaran. “Itulah dhek, mungkin aku ini hamba yang sombong,untuk urusan besar seperti nikah ini aku sama sekali tidak melibatkan Alloh. Jadi kalo emang akhirnya menjadi seperti ini itu semua memang akibat perbuatanku sendiri”

“Pentingnya ilmu tentang pernikahan dan tujuan menikah menggapai sakinah dan mawaddah baru aku sadari setelah rajin mengikuti kajian-kajian guna meng upgrade diri. Sejujurnya aku akui, sama sekali tidak ada kreteria agama saat memilih mas Bimo dulu. Yang penting mas Bimo orang yang baik, udah mapan, sabar dan sangat mencintaiku. Soal agama, yang penting menjalankan sholat dan puasa itu sudah cukup. Toh nanti bisa dipelajari bersama-sama itu pikirku dulu. Lagian aku kan juga bukan akhwat dhek, aku Cuma wanita biasa, mana mungkin pasang target untuk mendapatkan ikhwan atau laki-laki yang pemahaman agamanya baik”, papar mbak Artha sambil tersenyum getir.
Read the rest of this page »

Mimpi Jadi Pengusaha Jangan Didiamkan


KOMPAS.com – Pengusaha jati, Santi Mia Sipan, tergerak mengubah dirinya menjadi lebih dari sekadar sejahtera dengan berwirausaha. Pernyataannya tegas tersampaikan di berbagai forum, bahwa menjadi karyawan bisa sejahtera namun tak pernah bisa kaya. Jika ingin kaya maka berwirausahalah. Pernyataan Santi didasarkan pada dorongan dalam dirinya untuk berkontribusi yang terbaik bagi keluarga.

“Passion, drive, dan dream ini harus ada dalam diri perempuan. Mimpi, kalau didiamkan akan menjadi kebodohan. Mimpi harus direalisasikan. Perempuan tidak boleh berhenti bermimpi,” jelas Santi, di sela Women Executive Forum bertema “Women Empowerment: New Age Women” diadakan Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (21/4/2011). Perempuan, kata Santi, bisa membuat pilihan. Apakah ingin sejahtera, sangat sejahtera, kaya tetapi tidak nelangsa, atau bahkan tidak sejahtera. Pilihan ini harus dibuat perempuan dengan mulai melangkah. Saat akan melangkahkan kaki memulai usaha dari posisi karyawan, dibutuhkan proses belajar.

Read the rest of this page »

Tips Bisnis Dari Sang Juragan (3&4)


Berikut tips bisnis praktis yang saya copas dari tweetnya mas @JayaYEA (Juragan) tanggal 20 dan 21 April.
5 TANGGA BISNIS; Bagaimana Langkah2 bisnis agar lebih cepat FREEDOM!
5 Tangga bisnis. Apa gunanya?? Mengetahui prioritas langkah2 yg diprlukan&tdk diprlukan pd fase2 t’tentu dlm ush,hngga tnaga kt bs diprioritaskan utk hal2 terpenting lain.
Berikut adlh 5 tangga bisnis:
1.STARTING(Mulai)
2.PROFITING(Naikan keuntungan)
3.SYSTEMIZING(Bangun sistem)
4.MULTIPLYING(Duplikasi)
5.REAPING FREEDOM(Kebebasan financial).
1a.STARTING; saat mulai ush fokus bgmn bs survive / ‘dapur ngepul’ terlebih dahulu.Jgn berusaha mencari laba bsr saat awal tp crlah omset.
1b.Fokus bgmn meramaikan toko anda & mengkonversi sebanyak mungkin calon pelanggan jd pelanggan.Lakukan pemasaran scr agresif & teragenda.
1c.Jgn biarkan seharipun tanpa promosi. Lakukan hal ini terus-menerus sampai ‘kursi’ anda penuh tiap saatnya.
1d.Jk bisnis anda adlh distribusi,bukalah jalur distribusi sebanyak mungkin & secepat mungkin.Genjot volume penjualan anda bkn profit anda.
1e.Asalkan pembayaran bagus, profit rendahpun tdk menjadi mslh. Sekali lg fokus menaikan omset.
1f.Jgn terburu2 membuat sistem scr detail krn akan menghilangkan flexibilitas dlm bisnis anda.
1g.Biasanya mantan krywn diperush bsr akan fokus membuat sistem dibanding menggenjot penjualan.Ini adlh kesalahan fatal saat awal berbisnis.
2a.PROFITING; stlh volume penjualan anda cukup bsr atau ‘kursi’ di warung anda sdh penuh tiap saat barulah berfokus menaikan keuntungan ush.
2b. Ada 3 hal menaikan keuntungan ush dr cust. :1.menaikan angka repeat order; 2.menaikan rata2 pembelian tiap kunjungan; 3.menaikan margin.
2c. Repeat order adlh sgl upaya yg dilakukan utk membuat pelanggan semakin sering belanja ke tmpt kita.
2d. Menaikan rata2 pembelian; bgmn caranya mrk yg tadinya belanja 100rb tiap kunjungan mjd 200rb tiap kunjungan.
2e. Menaikan margin; intinya adlh menaikan value&hrg jual, serta menekan biaya produksi dgn cara menaikan produktifitas&menekan pengeluaran.
2f. Di fase profiting, promosi ttp jgn berhenti. Bedanya dgn fase starting, promosi profiting lbh di fokuskan ke pelanggan yg sdh ada.
3a. SYSTEMIZING; Nah, stlh ‘dapur ngepul’ & duit melimpah, kini saatnya menyempurnakan sistem.
3b.Sebenarnya sistem tsbt mungkin sdh dirintis sdkit dm sdkit sjk mulai ush. Hny sj di fase systemizing,kt akan fokus pd pembenahan sistem.
3c. Tujuan dr system adlh membuat bisnis ‘autopilot’, jalan tanpa anda & siap dikembangbiakan (multiplying).
3d. Materi systemizing akan kami paparkan scr terpisah besok.
3e. Toh jk profit anda bsr, anda tdk perlu pusing utk membuat sistem sendiri. Cukup membayar konsultan utk membuat sistem di perush anda.
3f. Yg terpenting lg, inilah saatnya anda mencari GM/direktur yg jauh lbh pandai dan berpengalaman dr anda.
4a. Multiplying; stlh sistem terbentuk perlu dilakukan uji coba dgn cara menduplikasi bisnis yg sdh ada yaitu dgn membuka cabang.
4b.Jgn buru2 franchise jk sistem blm teruji.Jk anda membthkan modal utk ush gunakan opsi jual sbagian saham cbng utama u/ membangun cbng br.
4c. Uji sistem anda dgn membuka cabang di bbrp tmpt/kota yg berbeda, sblm akhirnya anda siap franchise.
4d. Ingat: niatkan franchise utk berbagi keuntungan, bukan mencari ‘korban’. Apa yg anda tanam adlh apa yg anda akan tuai.
4e. Selain opsi franchise, sistem jg bs diterapkan utk mengembangbiakan cabang2 usaha anda.
5a. Kini tiba saatnya memetik apa yg telah ada tanam, yaitu kebebasan financial. Bisnis anda jalan, anda jalan2….
5b. Skrg tiba saatnya meninggalkan ‘gading’ kepada org2 sekitar anda.

Tips Bisnis Praktis dari Sang Juragan (1 & 2)


Temans berikut tips bisnis praktis dari Mas Jaya YEA, seorang mentor bisnis hebat di Indonesia, pemilik sekolah bisnis Young Entrepreneur Academy (YEA), pengarang buku ”The Power of Kepepet” . Tulisan ini saya copas dari timeline akun twitter beliau (@JayaYEA), jangan lupa di follow ya. Semoga bermanfaat.

Punya Tempat, Mau Usaha Apa?
Seorang peserta ECamp bertanya ke sy,”Masj, sy kan sdh pny ruko tuh, enaknya buat usaha apa yaa?” Berikut adlh langkah2nya….
1. Petakan radius 5km di skitar Anda, bisa gunakan google maps.
2. Lakukan survey untuk meng-update apa2 ’sarang semut’(pembuat keramaian) sekitar Anda. TANDAI!
3. Identifikasi jenis semut di masing2 sarang tsbt, dewasa(pabrik, pemerintahan), anak2(skul), pasar, perumahan dll.
4. Beda jenis semut, beda level, beda kebutuhan, beda daya beli! Jgn sampai membidik semut yg salah nantinya…
5. Petakan bisnis2 disekitarnya. TANDAI! Juga amati, mana yg terlaris, kenapa? Cari pola suksesnya!
6. Dari data2 tersebut, renungkan usaha apa yg sesuai dg target pasar disana, yg msh rendah kompetisinya.
7. Tetap yg terpenting, KAPAN MAU BUKA? Target dulu, baru rencanakan kemudian…
“Usaha yg bagus adalah usaha yg dibuka, bukan dipikir terus.
Mikir blm tentu buka, buka pasti mikir!” FIGHT!
Punya Ide, Mulai Dari Mana?
  1. Jawab pertanyaan2 ini dulu:
      a. Apa deskripsi produk/jasa Anda?
      b. Siapa SPESIFIK target pasar Anda?
      c. Dimana mereka biasa berkumpul?
      d. Bagaimana cara TEREFEKTIF melakukan penjualan ke mereka?
 2. Pilih tempat usaha yang berdekatan dg ’sarang semut’ yg menjadi target pasar Anda. Ingat, jgn ‘salah’ semutnya!
3. Buka chapter ‘memilih lokasi usaha’(menyusul), untuk detailnya
4. Branding adalah keterlihatan, pastikan sign board Anda terlihat oleh para semut yang lewat. Simulasikan!
5. Target dulu baru rencana! Tgl, bln, thn brapa Anda akan buka? Baru membuat rencananya!
6. Pepetkan diri Anda dg memberi DP di tmpt usaha Anda, buat kartu nama, brosur, pokoknya melangkah.
7. Jangan menunggu kondisi sempurna, tp sempurnakan sambil berjalan.
8. U/ bisnis yg pertama, jgn byk berhitung. Jika mau berhitung, hitunglah untungnya, agar termotivasi.
 9. Sptnya nekad? Ya, lbh baik drpd pengecut!
10. Bergurulah pada mentor praktisi pengusaha, bukan sekedar teori saja.
“Usaha yg bagus adalah usaha yg dibuka, bukan diHITUNG terus-menerus” FIGHT! 

Hadist Jaminan Rasulullah tentang Surga


RASULULLAH bersabda: “Jaminlah untukku 6 hal darimu, aku jamin SYURGA untukmu:

1.BENAR dalam bicara.

2.TEPAT janji kpd Allah seperti sholat, zakat, puasa dll, dan janji pada manusia seperti nazar, sumpah dsb.

3.TUNAIKAN amanah.

4.TUTUP aurat dan jaga kemaluanmu.

5.TAHAN matamu dari yg haram (pornogarafi).

6.JAGA tangan, seperti memukul bukan hak, menerima atau memberi yg haram, menyentuh yg bukan mahramnya.

(HR.Ahmad, Ibnu Hibban & Baihaki)

sumber: Ust. Arifin Ilham

Lentera Jiwa


Lama sudah kumencari

Apa yang hendak kulakukan

Segala titik kujelajahi

Tiada satupun ku mengerti

Tersesatkah aku di samudera hidup

Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna

Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tau jawabnya

Inikah jalanku inikah takdirku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati

yang selalu membunyikan cinta

Kupercaya dan kuyakini murninya nurani

Menjadi penunjuk jalanku, lentera jiwaku

(A song by Nugie)

Cekidot video klipnya di sidebar dan perhatikan baik2 :) )

Quote of the Day


“Tidak ada diantara kita yang suci. Tapi, berusaha mensucikan diri itu indah.” (Mario teguh)

Kapan Pakai Jilbab?


Sore ini tiba2 saya teringat seorang teman SMA yang menasehati saya tentang jilbab. Suatu hari dia bertanya pada saya “Kapan lo pake jilbab?”. “Nantilah kalau gue masuk UI” jawab saya enteng. “Kalau nggak keterima di UI gimana? trus kalo meninggal belum sempat pake jilbab gimana?”  Pertanyaan2 teman saya itu benar2 membuat saya membungkam, bingung mau jawab apa. Walaupun perkataannya terkesan “galak”, dalam hati saya membenarkan perkataannya tersebut. Alhasil setelah perbincangan singkat tersebut, hati saya tidak tenang dan merasa bersalah. Iya ya.. kenapa harus menunggu masuk UI baru pake jilbab, kenapa tidak secepatnya. Iya kalo jadi masuk UI, kalo ngga gimana? pake jilbab kan kewajiban bagi muslimah bukan nazar.

 

ilustrasi

Tidak lama setelah itu, saya mulai mencoba mengenakan pakaian muslimah (berjilbab). Saat itu saya cuma punya 3 potong bergo pemberian sepupu saya beberapa tahun yang lalu. Saat itu saya belum langsung menggunakan jilbab seutuhnya, saya hanya memakainya pada saat saya pergi ke tempat kursus bahasa inggris, ke sekolah belum. Semakin lama tekad saya untuk berjilbab sempurna semakin kuat. Hanya 1 bulan sebelum lulus dari SMA saya memutuskan untuk berjilbab. Seorang teman memberikan rok panjangnnya dan saya memakai bergo putih pemberian guru mengaji saya. Dengan modal pakaian muslimah “seadanya” saya mantapkan hati untuk menutup aurat saya kapanpun dan dimanapun. Walaupun dirumah sendiri saya tetap berjilbab jika ada laki2 yang bukan mahram saya.

Sepuluh tahun yang lalu saat pertama kali saya mengutarakan keinginan untuk berjilbab kepada orang tua,  masih membekas diingatan saya betapa bapak saya menentang saya memakai jilbab, begitu pun ibu saya. Meskipun ditentang oleh orang tua sendiri saya tetap bersikukuh menjalankan perintah Allah ini. Alhamdulillah lama kelamaan orang tua saya pun bisa menerima penampilan anak yang serba tertutup. Mereka mulai mendukung, ibu saya membelikan banyak pakaian2 muslimah untuk saya pakai ke kampus dan bapak saya lama-lama capek sendiri dengan komentar2 miringnya terhadap jilbaber. Dulu bapak saya suka protes melihat saya memakai rok panjang menurut beliau itu menyusahkan saya ketika naik dan turun bis. Belum lagi cemoohan tante saya yang bilang saya kampungan dengan penampilan berjilbab.  Tetapi saya tetap pada pendirian saya, alhamdulillah tidak terasa sudah 10 tahun lebih saya menjalankan perintah Allah untuk menutup aurat, semoga tetap istiqomah hingga hari akhir nanti, amin ya rabbal alamin.

Saya juga teringat sebuah kisah dari seorang teman yang bercita-cita menjadi pramugari. Cita-citanya menjadi pramugari tidak kesampaian. Bukan karena dia kurang cantik atau kurang menarik tetapi justru karena Allah sayang padanya.  Allah memberikan hidayah tepat pada saat dia diterima menjadi pramugari di salah satu maskapai penerbangan terkemuka nasional. Dia rela meninggalkan pekerjaan barunya, dia ikhlas cita2nya pupus begitu saja.  Dia memutuskan mengundurkan diri karena pertimbangan “aurat”. Menurutnya lebih baik kehilangan pekerjaan daripada kehilangan rahmat dan kasih sayang Allah. Ia sangat menyadari bahwa pekerjaan tersebut hanya akan membuatnya menjadi wanita yang auratnya menjadi “tontonan” banyak laki2 yang bukan mahramnya. Apalah artinya gaji yang tinggi jika harus mengorbankan paha, betis dan  tubuh yang dibalut pakaian super ketat menjadi pemandangan gratis di depan publik. “Pekerjaannya halal sih..tapi kan belum tentu berkah” itu katanya.

Read the rest of this page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.